"7 buku bacaan _recommended untuk para mahmud"
Minggu, 8 April 2018
Buku yang sangat membantu saya dalam menghasilkan komunikasi produktif dengan pasangan. judul bukunya " Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps. Karangan Allan+ Barbara Pease. Di buku ini diungkapkan perbedaan pikiran pria dan wanita agar sukses membina hubungan.
#HijrahParenting
#challengesepekanbercerita
#CeritaHijrahDay7
Sabtu, 07 April 2018
Challenge Sepekan Bercerita day 6
"7 buku bacaan _recommended untuk para mahmud"
Sabtu,7 April 2018
Buku yang saya sangat suka adalah Men are from Mars Women are from Venus. Buku ini menceritakan petunjuk praktis untuk memperbaiki komunikasi dan memperoleh apa yang anda inginkan dari hubungan pasangan suami istri.
#HijrahParenting
#challengesepekanbercerita
#CeritaHijrahDay6
Sabtu,7 April 2018
Buku yang saya sangat suka adalah Men are from Mars Women are from Venus. Buku ini menceritakan petunjuk praktis untuk memperbaiki komunikasi dan memperoleh apa yang anda inginkan dari hubungan pasangan suami istri.
#HijrahParenting
#challengesepekanbercerita
#CeritaHijrahDay6
Challenge Sepekan Bercerita
"7 buku bacaan _recommended untuk para mahmud"
Jum'at,6 April 2018
Buku Pak Cah yang lain yang saya rekomendasikan adalah Wonderful Family. Dibuku ini Pak Cah mengajak kita agar bisa memahami tentang sakinah,mawaddah dan Rahmah . Ada beberapa catatan yang disampaikan Pak Cah yaitu; 1). Menikah itu bukan seperti memakai sepatu. 2). Visi ,3). Peta Kasih, 4). Rasa Suka,5).kesepakatan,6). Perbedaan, 7). Ngomong, 8). Badai, 9). Suasana,10). Generasi.
#HijrahParenting
#challengesepekanbercerita
#CeritaHijrahDay5
Jum'at,6 April 2018
Buku Pak Cah yang lain yang saya rekomendasikan adalah Wonderful Family. Dibuku ini Pak Cah mengajak kita agar bisa memahami tentang sakinah,mawaddah dan Rahmah . Ada beberapa catatan yang disampaikan Pak Cah yaitu; 1). Menikah itu bukan seperti memakai sepatu. 2). Visi ,3). Peta Kasih, 4). Rasa Suka,5).kesepakatan,6). Perbedaan, 7). Ngomong, 8). Badai, 9). Suasana,10). Generasi.
#HijrahParenting
#challengesepekanbercerita
#CeritaHijrahDay5
Challenge Sepekan Bercerita day 4
"7 buku bacaan _recommended untuk para mahmud"
Kamis,5 April 2018
Buku Wonderfull Couple karangan dari Cahyadi Takariawan. Di dalam buku ini pak Cah ingin mengajak kita belajar agar kita dan suami bisa menjadi pasangan paling bahagia. Di sini juga dibahas ada lima tahap kehidupan pernikahan. Tahap pertama romantic love,yang kedua dissappointment or distress, ketiga knowledge and awareness,yang keempat transformation serta yang terakhir adalah tahap real love. Semoga kita semua bisa mendapatkan real love dengan pasangan kita.
#HijrahParenting
#challengesepekanbercerita
#CeritaHijrahDay4
Kamis,5 April 2018
Buku Wonderfull Couple karangan dari Cahyadi Takariawan. Di dalam buku ini pak Cah ingin mengajak kita belajar agar kita dan suami bisa menjadi pasangan paling bahagia. Di sini juga dibahas ada lima tahap kehidupan pernikahan. Tahap pertama romantic love,yang kedua dissappointment or distress, ketiga knowledge and awareness,yang keempat transformation serta yang terakhir adalah tahap real love. Semoga kita semua bisa mendapatkan real love dengan pasangan kita.
#HijrahParenting
#challengesepekanbercerita
#CeritaHijrahDay4
Challenge Sepekan bercerita day 3
"7 buku bacaan _recommended untuk para mahmud"
Rabu,4 April 2018
Buku yang ketiga adalah Rumah cinta Hasan Al-Banna karangan Muhammad Lili Nur Aulia. Di dalam buku ini menceritakan tentang sosok seorang Hasan Al- Banna berperan sebagai hamba Allah, ayah, suami,pendakwah, politikus. Begitu juga diceritakan tentang sosok istri beliau, bagaimana seorang istri berperan sebagai pendukung suami. Cerita yang sangat luar biasa dan sungguh inspiratif. Ada juga cerita tentang kesan anak- anak beliau terhadap ayah dan ibunya yang shaleh dan shaleha.
#HijrahParenting
#challengesepekanbercerita
#CeritaHijrahDay3
Rabu,4 April 2018
Buku yang ketiga adalah Rumah cinta Hasan Al-Banna karangan Muhammad Lili Nur Aulia. Di dalam buku ini menceritakan tentang sosok seorang Hasan Al- Banna berperan sebagai hamba Allah, ayah, suami,pendakwah, politikus. Begitu juga diceritakan tentang sosok istri beliau, bagaimana seorang istri berperan sebagai pendukung suami. Cerita yang sangat luar biasa dan sungguh inspiratif. Ada juga cerita tentang kesan anak- anak beliau terhadap ayah dan ibunya yang shaleh dan shaleha.
#HijrahParenting
#challengesepekanbercerita
#CeritaHijrahDay3
Challenge Sepekan Bercerita day 2
"7 buku bacaan _recommended untuk para mahmud"
Selasa,3 April 2018
Buku yang kedua yang saya rekomendasikan adalah karangan Indra Noveldy dan Nunik Hermawati yang berjudul " Menikah untuk Bahagia". Di dalam buku ini diceritakan bagaimana formula cinta itu bisa membangun surga di rumah. Isi buku menceritakan tentang tips dan trik penulis ketika membina rumah tangganya dan bisa dijadikan sebagai salah satu inspirasi ketika para mahmud ini membina hubungan dengan pasangannya. Bahasa yang disampaikan sangatlah ringan. Mudah dipahami,InsyaAllah bisa belajar untuk diamalkan.
#HijrahParenting
#challengesepekanbercerita
#CeritaHijrahDay2
Selasa,3 April 2018
Buku yang kedua yang saya rekomendasikan adalah karangan Indra Noveldy dan Nunik Hermawati yang berjudul " Menikah untuk Bahagia". Di dalam buku ini diceritakan bagaimana formula cinta itu bisa membangun surga di rumah. Isi buku menceritakan tentang tips dan trik penulis ketika membina rumah tangganya dan bisa dijadikan sebagai salah satu inspirasi ketika para mahmud ini membina hubungan dengan pasangannya. Bahasa yang disampaikan sangatlah ringan. Mudah dipahami,InsyaAllah bisa belajar untuk diamalkan.
#HijrahParenting
#challengesepekanbercerita
#CeritaHijrahDay2
Challenge sepekan bercerita day 1
"7 buku bacaan _recommended untuk para mahmud"
Senin,2 April 2018
Judul buku yang pertama " Bunda Manajer Keluarga" yang ditulis Irawati Istadi. Buku ini pertama kali saya lihat di rumah teman 1 liqo,dia orang surabaya. Saya pernah meminjamnya sekali. Dan khatam untuk membacanya. Tetapi saya sangat ingin memilikinya. Setelah 4 tahun akhirnya saya mendapatkannya. Setelah mencari informasi dimana ada jual buku tersebut.Saya sangat senang bisa memiliki buku ini. Buku ini menceritakan tentang bagaimana seorang wanita sebagai manager dalam rumah tangganya,harus bisa membuat rencana yang rapi untuk segala urusan rumah tangga yang bisa di bagi menjadi 8 divisi ( keuangan , personalia, pendidikan, domestik,properti,agama,pengembangan SDM,kehumasan), wanita juga diharapkan bisa membina dan mengelola rumah tangganya.
#HijrahParenting
#challengesepekanbercerita
#CeritaHijrahDay1
Senin,2 April 2018
Judul buku yang pertama " Bunda Manajer Keluarga" yang ditulis Irawati Istadi. Buku ini pertama kali saya lihat di rumah teman 1 liqo,dia orang surabaya. Saya pernah meminjamnya sekali. Dan khatam untuk membacanya. Tetapi saya sangat ingin memilikinya. Setelah 4 tahun akhirnya saya mendapatkannya. Setelah mencari informasi dimana ada jual buku tersebut.Saya sangat senang bisa memiliki buku ini. Buku ini menceritakan tentang bagaimana seorang wanita sebagai manager dalam rumah tangganya,harus bisa membuat rencana yang rapi untuk segala urusan rumah tangga yang bisa di bagi menjadi 8 divisi ( keuangan , personalia, pendidikan, domestik,properti,agama,pengembangan SDM,kehumasan), wanita juga diharapkan bisa membina dan mengelola rumah tangganya.
#HijrahParenting
#challengesepekanbercerita
#CeritaHijrahDay1
Sabtu, 31 Maret 2018
Writing hijrah day 30
Jum'at,30 Maret 2018
Saya di rumah bersama anak2 dan belajar memasak bersama. Bang Fatih membuat kentang goreng, cumi goreng dan sayapun berhasil membuat telur gulung.
#CeritaHijrahday30
Saya di rumah bersama anak2 dan belajar memasak bersama. Bang Fatih membuat kentang goreng, cumi goreng dan sayapun berhasil membuat telur gulung.
#CeritaHijrahday30
Writing hijrah day 29
Kamis, 29 Maret 2018
Saya piket pagi dan ikut seminar paru. Setelah ikut seminar dalam bentuk RTD. Saya berbincang dengan dokter Erneti,tentang pengembangan ruangan paru. Saya tidak menyangka bisa berinteraksi dengan pejabat RS,padahal saya ini belum pengalaman tentang manajemen RS.
@CeritaHijrahday29
Saya piket pagi dan ikut seminar paru. Setelah ikut seminar dalam bentuk RTD. Saya berbincang dengan dokter Erneti,tentang pengembangan ruangan paru. Saya tidak menyangka bisa berinteraksi dengan pejabat RS,padahal saya ini belum pengalaman tentang manajemen RS.
Writing hijrah day 28
Rabu,28 maret 2018
Saya ikut Apel dan siang berjanji bertemu dengan dokter phindo. Kami membicarakan tentang mengapa kami ditunjuk sebagai kepala instalasi,padahal kami adalah pendatang dan batu pindahan juga. Semoga kami amanah.
#CeritaHijrahday28
Saya ikut Apel dan siang berjanji bertemu dengan dokter phindo. Kami membicarakan tentang mengapa kami ditunjuk sebagai kepala instalasi,padahal kami adalah pendatang dan batu pindahan juga. Semoga kami amanah.
#CeritaHijrahday28
Writing hijrah day 27
Selasa, 27 Maret 2018
Saya piket seperti biasa,alif senantiasa menemani saya. Di satu sisi saya senang bisa bersama Alif, di sisi lain kadang kasihan dia mesti terpapar dengan penyakit. Semoga Allah menjaga kesehatan kita,amin.
#ceritahijrahday27
Saya piket seperti biasa,alif senantiasa menemani saya. Di satu sisi saya senang bisa bersama Alif, di sisi lain kadang kasihan dia mesti terpapar dengan penyakit. Semoga Allah menjaga kesehatan kita,amin.
#ceritahijrahday27
Writing hijrah day 26
Senin,26 Maret 2018
Hari ini saya mereview seminar jantung dengan dokter Dasdo kemarin di RS. Saya mengulang kaji tentang EKG.
#ceritaHijrahday26
Hari ini saya mereview seminar jantung dengan dokter Dasdo kemarin di RS. Saya mengulang kaji tentang EKG.
#ceritaHijrahday26
Writing hijrah day 25
Minggu 25 maret 2018
Kami akan menceritakan tentang tempat rekreasi; suami dan anak2 paling senang ke taman.baru yang ada di bawah jembatannya
#Ceritahijrah day 25
Kami akan menceritakan tentang tempat rekreasi; suami dan anak2 paling senang ke taman.baru yang ada di bawah jembatannya
#Ceritahijrah day 25
Writing hijrah day 24
Sabtu,24 Maret 2018
Hari ini jadwal saya piket. Saya di RS ,anak2 dengan suami di rumah. Alhamdulillah suami membantu menjaga Anak ketika saya piket.
#CeritaHijrah day 24
Hari ini jadwal saya piket. Saya di RS ,anak2 dengan suami di rumah. Alhamdulillah suami membantu menjaga Anak ketika saya piket.
#CeritaHijrah day 24
Writing hijrah day 23
Jum'at, 23 maret2018
Hari agendanya adalah goro di gedung baru. Pimpinan marah karena sebagian mereka belum datang. Dan banyak terjadi miskomunikasi karena ketika goro tidak ada yang mengkoordinasikan.
#Cerita Hijrah day 23
Hari agendanya adalah goro di gedung baru. Pimpinan marah karena sebagian mereka belum datang. Dan banyak terjadi miskomunikasi karena ketika goro tidak ada yang mengkoordinasikan.
#Cerita Hijrah day 23
Writing hijrah day 22
Kamis, 22 Maret 2018
Hari ini mulai melakukan kegiatan menyelesaikan permasalahan ketika ekspose.
#CeritaHijrahday22
Hari ini mulai melakukan kegiatan menyelesaikan permasalahan ketika ekspose.
#CeritaHijrahday22
Writing hijrah day 21
Rabu,21 Maret 2018
Hari ini agenda adalah melakukan ekspose di gedun baru. Ini pengamalan perdana . Saya juga harus melakukan presentasi. Alhamdulillah kegiatan ekspose berjalan lancar. Dari rapat ketika ekspose terjadi perbedaan pendapat. Yang menempati lantai 2 adalah anak.
#CeritaHijrahDay21
Hari ini agenda adalah melakukan ekspose di gedun baru. Ini pengamalan perdana . Saya juga harus melakukan presentasi. Alhamdulillah kegiatan ekspose berjalan lancar. Dari rapat ketika ekspose terjadi perbedaan pendapat. Yang menempati lantai 2 adalah anak.
#CeritaHijrahDay21
Writing hijrah day 20
Selasa, 20 Maret 2018.
Ini hari Senin,jadwal Alif ikut observasi. Dari rumah semangat, sesampai di sekolah dia langsung berdiri di tempat yang ditentukan. Arah pandangan m atanya tetap ummi . Ketika masuk kelas dia juga trantum,itu cuma diawal,selanjutnya dia baik budi
#CeritaHijrahDay20
Ini hari Senin,jadwal Alif ikut observasi. Dari rumah semangat, sesampai di sekolah dia langsung berdiri di tempat yang ditentukan. Arah pandangan m atanya tetap ummi . Ketika masuk kelas dia juga trantum,itu cuma diawal,selanjutnya dia baik budi
#CeritaHijrahDay20
19 Maret 2018
Saya agendanya full di rumah. Saya libur piket Menyiapkan baju untuk dipakai seminggu. Menyiapkan bahan untuk di masak selama seminggu. Suami dengan inisiatif sendiri pergi belanja ke pasar kemarin. Kalau baju untuk seminggu siap,bahan makanan siap untuk seminggu beres InsyaAllah hati senang.
#CeritaHijrah day 19
Saya agendanya full di rumah. Saya libur piket Menyiapkan baju untuk dipakai seminggu. Menyiapkan bahan untuk di masak selama seminggu. Suami dengan inisiatif sendiri pergi belanja ke pasar kemarin. Kalau baju untuk seminggu siap,bahan makanan siap untuk seminggu beres InsyaAllah hati senang.
#CeritaHijrah day 19
Writing hijrah day 18
Minggu,18 Maret 2018
Hari ini ada acara seminar dengan pak Cah berharap bu ida datang. Ternyata tidak datang. Saya mempunyai kesempatan untuk minta tanda tangan. Alhamdulillah dapat. Pak Cah menjelaskan tentang 5 fase dalam berumah tangga. Beliau juga menjelaskan tentang bahasa cinta. Saya mendapatkan hadiah langsung dari pak Cah karena bisa menjawab tentang bahasa cinta pasangan. Bahasa cinta suami tercinta adalah Hadiah. Saya juga mendapat kesempatan untuk bertanya langsung dengan pak cah.
#cerita hijrah day 18
Hari ini ada acara seminar dengan pak Cah berharap bu ida datang. Ternyata tidak datang. Saya mempunyai kesempatan untuk minta tanda tangan. Alhamdulillah dapat. Pak Cah menjelaskan tentang 5 fase dalam berumah tangga. Beliau juga menjelaskan tentang bahasa cinta. Saya mendapatkan hadiah langsung dari pak Cah karena bisa menjawab tentang bahasa cinta pasangan. Bahasa cinta suami tercinta adalah Hadiah. Saya juga mendapat kesempatan untuk bertanya langsung dengan pak cah.
#cerita hijrah day 18
Writing hijrah day 17
Sabtu,17 Maret 2018
Hari ini saya piket pagi seperti biasanya. Alif mengikuti saya. InsyaAllah selama saya piket, pasien aman tak ada yang gawat. Awal pagi tadi seperti biasa saya menyiapkan sarapan. Anak2 request telur gulung ,sedangkan saya tak pernah membuatnya. Anak2 tantrum. Saya sampaikan maaf ya nak,ummi belum bisa buat. Setelah dibujuk,baru mereka paham. Di dalam hati ummi," bagaimana buatnya ya"
# ceritaHijrah day 17
Hari ini saya piket pagi seperti biasanya. Alif mengikuti saya. InsyaAllah selama saya piket, pasien aman tak ada yang gawat. Awal pagi tadi seperti biasa saya menyiapkan sarapan. Anak2 request telur gulung ,sedangkan saya tak pernah membuatnya. Anak2 tantrum. Saya sampaikan maaf ya nak,ummi belum bisa buat. Setelah dibujuk,baru mereka paham. Di dalam hati ummi," bagaimana buatnya ya"
# ceritaHijrah day 17
Jumat, 16 Maret 2018
Writing hijrah day 16
Jum'at, 16 Maret 2018
Hari ini jadwal dek Alif untuk sosialisasi sekolah barunya. Dia terus berkata Alif tak mau sekolah sekarang, ambil baju dulu. Saya jawab OK. Sesampai disana saya berjumpa dengan rekan kerja dan tetangga juga. Alif sebenarnya sudah masuk ke TK B. Tetapi yang dibuka adalah TK kelas A, yaa...terpaksa nanti Alif masuk ke kelas TK A. Niat saya biar dia mau sekolah. Kasihan dia mengekori saya terus bekerja,kadang ketika saya ke ruang paru yang banyak pasien TB nya, dia juga ikut. Dilarang jangan ikut, dia tidak mau,malahan sampai tantrum. Geram jadinya,tetapi apalah hendak dikata. Semoga Alif mau sekolah. Biar dia bisa menjadi anak yang lebih cerdas dan shaleh
#Cerita Hijrah day 16
Hari ini jadwal dek Alif untuk sosialisasi sekolah barunya. Dia terus berkata Alif tak mau sekolah sekarang, ambil baju dulu. Saya jawab OK. Sesampai disana saya berjumpa dengan rekan kerja dan tetangga juga. Alif sebenarnya sudah masuk ke TK B. Tetapi yang dibuka adalah TK kelas A, yaa...terpaksa nanti Alif masuk ke kelas TK A. Niat saya biar dia mau sekolah. Kasihan dia mengekori saya terus bekerja,kadang ketika saya ke ruang paru yang banyak pasien TB nya, dia juga ikut. Dilarang jangan ikut, dia tidak mau,malahan sampai tantrum. Geram jadinya,tetapi apalah hendak dikata. Semoga Alif mau sekolah. Biar dia bisa menjadi anak yang lebih cerdas dan shaleh
#Cerita Hijrah day 16
Writing Hijrah day 15
Kamis, 15 Maret 2018
Saya hari jaga pagi, jadwalnya ingin melihat gedung baru yang akan di tempati oleh pasien dada internis. Karena ada pasien gawat di ICU, akhirnya saya tidak ikut untuk mengobservasi ruangan tersebut. Setelah pasiennya stabil saya menghubungi kepala ruangan safa internis. Kami berjumpa dan berdiskusi. Tanpa disadari ketika kami diskusi, direktur lewat . Merasa tidak enak hati saya dan kepala ruangan mendekati beliau untuk menjelaskan kegiatan yang kami lakukan ketika beliau lewat tadi. Alhamdulillah respon beliau baik dan bisa memaklumi.
#Cerita Hijrah day 15
Saya hari jaga pagi, jadwalnya ingin melihat gedung baru yang akan di tempati oleh pasien dada internis. Karena ada pasien gawat di ICU, akhirnya saya tidak ikut untuk mengobservasi ruangan tersebut. Setelah pasiennya stabil saya menghubungi kepala ruangan safa internis. Kami berjumpa dan berdiskusi. Tanpa disadari ketika kami diskusi, direktur lewat . Merasa tidak enak hati saya dan kepala ruangan mendekati beliau untuk menjelaskan kegiatan yang kami lakukan ketika beliau lewat tadi. Alhamdulillah respon beliau baik dan bisa memaklumi.
#Cerita Hijrah day 15
Writing hijrah day 14
Rabu, 14 Maret 2018
Hari ini saya jaga siang. Sebelum memulai jaga siang saya mesti menjemput fatih yang ikut kelas tahfidz. Kemudian pulang ke rumah kemudian baru menuju ke ruang ICU. Tak lama kemudian dipanggil ke ruang VIP, setelah selesai saya ke ruang safa internis untuk mengecek ruangan. Ada satu pasien sesak, saya menginstruksikan untuk pemeriksaan EKG dan laboratorium. Setelah beberapa keluar hasil. Dan berdasarkan hasilnya pasien indikasi masuk ICU. Ada satu bed ICU kosong. Karena tadi menjelang sore ada keluarga pasien
Membawa pulang pasiennya karena tidak mau dilakukan cuci darah, alasan keluarga karena pasien pernah memgamanahkan kalau nanti dia sekarat jangan lakukan cuci darah kepadanya. Saya selaku orang medis harus menerima keputusan keluarga, walaupun sangat menyayangkan tindakan keluarga tersebut. Kasihan pasiennya...😭
#Cerita Hijrah day 14
Hari ini saya jaga siang. Sebelum memulai jaga siang saya mesti menjemput fatih yang ikut kelas tahfidz. Kemudian pulang ke rumah kemudian baru menuju ke ruang ICU. Tak lama kemudian dipanggil ke ruang VIP, setelah selesai saya ke ruang safa internis untuk mengecek ruangan. Ada satu pasien sesak, saya menginstruksikan untuk pemeriksaan EKG dan laboratorium. Setelah beberapa keluar hasil. Dan berdasarkan hasilnya pasien indikasi masuk ICU. Ada satu bed ICU kosong. Karena tadi menjelang sore ada keluarga pasien
Membawa pulang pasiennya karena tidak mau dilakukan cuci darah, alasan keluarga karena pasien pernah memgamanahkan kalau nanti dia sekarat jangan lakukan cuci darah kepadanya. Saya selaku orang medis harus menerima keputusan keluarga, walaupun sangat menyayangkan tindakan keluarga tersebut. Kasihan pasiennya...😭
#Cerita Hijrah day 14
Writing Hijrah day 13
Selasa, 13 Maret 2018
Hari ini jadwal saya jaga siang. Jadi pagi itu saya agak nyantai dan berencana untuk berberes rumah. Tiba-tiba ada telpon dari dr. Pofy bahwa ada rapat bersama direktur dan harus ikut, karena saya menjabat sebagai kepala instalasi. Dengan buru-buru saya bersiap untuk ke Rumah sakit, untungnya saya sudah siap mandi begitu juga Alif, jadi kami tinggal ganti baju. Butuh waktu 15 menit untuk sampai di RS. Sesampai di ruangan rapat, ternyata direktur sudah memulai rapat. Alhamdulillah beliau tidak marah, maklum alif juga ikut ke ruang rapat. Direktur menanyakan kepada saya tentang permasalahan di ruang rawat inap. Pada saat rapat, ada kejadian yang membuat saya berfikiran positif. Ada salah satu kepala instalasi yang bersikap keras terhadap direktur, apakah karakternya seperti itu atau sedang kecewa dengan pihak manajemen. Semoga saya bisa kuat dan amanah. Mencontoh kepemimpinan Rasulullah, umar bin khattab, muhammad al Fatih.
#Cerita Hijrah day 13
Hari ini jadwal saya jaga siang. Jadi pagi itu saya agak nyantai dan berencana untuk berberes rumah. Tiba-tiba ada telpon dari dr. Pofy bahwa ada rapat bersama direktur dan harus ikut, karena saya menjabat sebagai kepala instalasi. Dengan buru-buru saya bersiap untuk ke Rumah sakit, untungnya saya sudah siap mandi begitu juga Alif, jadi kami tinggal ganti baju. Butuh waktu 15 menit untuk sampai di RS. Sesampai di ruangan rapat, ternyata direktur sudah memulai rapat. Alhamdulillah beliau tidak marah, maklum alif juga ikut ke ruang rapat. Direktur menanyakan kepada saya tentang permasalahan di ruang rawat inap. Pada saat rapat, ada kejadian yang membuat saya berfikiran positif. Ada salah satu kepala instalasi yang bersikap keras terhadap direktur, apakah karakternya seperti itu atau sedang kecewa dengan pihak manajemen. Semoga saya bisa kuat dan amanah. Mencontoh kepemimpinan Rasulullah, umar bin khattab, muhammad al Fatih.
#Cerita Hijrah day 13
Writing hijrah day 12
Senin, 12 Maret 2018
Hari ini saya piket pagi. Saya dapat telepon pagi kalau ada pasien gawat di ruang anak, ada pasien kejang. Sesampai di sana kami melihat anak usia 3 bulan kejang. Kasihan ibunya terus menggendong anaknya yang terus saja menangis, dikasih Asi tak mau, susu juga tak mau. Saya berinisiatif untuk mengkipaskan adek bayi itu sambil memperdengarkan murottal kepadanya semoga bisa membantu. Setelah selesai saya di ruangan anak kemudian saya ke ruangan safa internis saya melihat tidak ada kepala ruangannya, staf nya mengatakan kalau kepala ruangannya ke ruang HD untuk pemeriksaan haji. Saya mengira sudah selesai hari jum'at kemarin ternyata hari ini. Alhamdulillah pasien di ruang ICU aman. Jadi saya bisa fokus ke pemeriksaan haji.
#Cerita Hijrah day 12
Hari ini saya piket pagi. Saya dapat telepon pagi kalau ada pasien gawat di ruang anak, ada pasien kejang. Sesampai di sana kami melihat anak usia 3 bulan kejang. Kasihan ibunya terus menggendong anaknya yang terus saja menangis, dikasih Asi tak mau, susu juga tak mau. Saya berinisiatif untuk mengkipaskan adek bayi itu sambil memperdengarkan murottal kepadanya semoga bisa membantu. Setelah selesai saya di ruangan anak kemudian saya ke ruangan safa internis saya melihat tidak ada kepala ruangannya, staf nya mengatakan kalau kepala ruangannya ke ruang HD untuk pemeriksaan haji. Saya mengira sudah selesai hari jum'at kemarin ternyata hari ini. Alhamdulillah pasien di ruang ICU aman. Jadi saya bisa fokus ke pemeriksaan haji.
#Cerita Hijrah day 12
Writing hijrah day 11
Minggu, 11 Maret 2018
Hari ini kami siap-siap menyambut ayah pulang dari pekanbaru. Kami berbagi tugas. Saya memasak. Anak- anak berberes mainan dan buku yang sudah dibaca. Saya yang bekerja di ranah public sangat sesuatu untuk masalah rumah. Bagi saya bisa menemani anak bermain dan belajar sangat syukur alhamdulillah, makanan tersedia di meja sudah sangat ok. Tinggal PR masalah berberes-beres. Semoga semakin hari saya semakin lihai dalam menjalani peran di ranah domestic juga. Akhirnya ketika ayah sampai rumah makanan sudah siap dan rumah sudah beres ala-ala kami😅
#Cerita Hijrah day 11
Hari ini kami siap-siap menyambut ayah pulang dari pekanbaru. Kami berbagi tugas. Saya memasak. Anak- anak berberes mainan dan buku yang sudah dibaca. Saya yang bekerja di ranah public sangat sesuatu untuk masalah rumah. Bagi saya bisa menemani anak bermain dan belajar sangat syukur alhamdulillah, makanan tersedia di meja sudah sangat ok. Tinggal PR masalah berberes-beres. Semoga semakin hari saya semakin lihai dalam menjalani peran di ranah domestic juga. Akhirnya ketika ayah sampai rumah makanan sudah siap dan rumah sudah beres ala-ala kami😅
#Cerita Hijrah day 11
Sabtu, 10 Maret 2018
Writing Hijrah Day 10
Sabtu, 10 Maret 2018
Hari ini pagi kami diawali dengan hujan. Saya ,Alif dalam keadaan gerimis mengantarkan bang fatih sekolah. Sehabis mengantar fatih,kami ke pasar. Ketika pulang,kami diguyur hujan. Kami pun menikmatinya berdua dengan alif. Sesampai di rumah, saya berberes belanjaan pasar. Ketika jam 10 waktunya menjemput bang fatih. Dan dia menagih membeli jajanan berupa pizza. Sesampai di rumah, anak2 bermain sendiri. Saya lanjut menyuci. Anak2 mulai bosan, akhirnya bang fatih mempunyai ide, untuk bermain gelembung dari sabun. Berkat buku dan bahan yang ada di rumah, akhirnya bang fatih dan Alif membuat eksperimen membuat gelembung. Dan taraa...mereka berhasil.
#CeritaHijrah day 10
Hari ini pagi kami diawali dengan hujan. Saya ,Alif dalam keadaan gerimis mengantarkan bang fatih sekolah. Sehabis mengantar fatih,kami ke pasar. Ketika pulang,kami diguyur hujan. Kami pun menikmatinya berdua dengan alif. Sesampai di rumah, saya berberes belanjaan pasar. Ketika jam 10 waktunya menjemput bang fatih. Dan dia menagih membeli jajanan berupa pizza. Sesampai di rumah, anak2 bermain sendiri. Saya lanjut menyuci. Anak2 mulai bosan, akhirnya bang fatih mempunyai ide, untuk bermain gelembung dari sabun. Berkat buku dan bahan yang ada di rumah, akhirnya bang fatih dan Alif membuat eksperimen membuat gelembung. Dan taraa...mereka berhasil.
#CeritaHijrah day 10
Kamis, 08 Maret 2018
Writing hijrah day 8
Kamis,8 Maret 2018
Hari ini saya pergi ke sekolah Alif untuk mendaftar. Dia sangat khawatir untuk berpisah dengan saya. Saya harus mencari akal agar dia mau. Di satu sisi saya tidak ingin memaksa dia untuk ke sekolah, di sisi lain saya merasa pekerjaan di ranah publik tidak maksimal. Semoga Allah memberikan saya kesabaran dalam membersamai anak saya
#CeritaHijrah day 8
Hari ini saya pergi ke sekolah Alif untuk mendaftar. Dia sangat khawatir untuk berpisah dengan saya. Saya harus mencari akal agar dia mau. Di satu sisi saya tidak ingin memaksa dia untuk ke sekolah, di sisi lain saya merasa pekerjaan di ranah publik tidak maksimal. Semoga Allah memberikan saya kesabaran dalam membersamai anak saya
#CeritaHijrah day 8
Writing hijrah day 9
Jum'at, 9 Maret 2018
Hari ini saya melakukan pemeriksaan haji terakhir, ketika menuju tempat pemeriksaan, saya dapat telpon. Kalau saya mendapat SK untuk menjadi kepala instalasi rawat inap. Saya agak2 stress memikirkan amanah ini. Karena saya masih bingung bagaimana mengelola waktu. Kata suami, terima saja, berarti ummi dipercayakan oleh kantor.
#CeritaHijrah day 9
Hari ini saya melakukan pemeriksaan haji terakhir, ketika menuju tempat pemeriksaan, saya dapat telpon. Kalau saya mendapat SK untuk menjadi kepala instalasi rawat inap. Saya agak2 stress memikirkan amanah ini. Karena saya masih bingung bagaimana mengelola waktu. Kata suami, terima saja, berarti ummi dipercayakan oleh kantor.
#CeritaHijrah day 9
Writing Hijrah day 7
Kamis,8 Maret 2018
Hari ini saya pergi ke sekolah Alif untuk mendaftar. Dia sangat khawatir untuk berpisah dengan saya. Saya harus mencari akal agar dia mau. Di satu sisi saya tidak ingin memaksa dia untuk ke sekolah, di sisi lain saya merasa pekerjaan di ranah publik tidak maksimal. Semoga Allah memberikan saya kesabaran dalam membersamai anak saya
#CeritaHijrah day 7
Hari ini saya pergi ke sekolah Alif untuk mendaftar. Dia sangat khawatir untuk berpisah dengan saya. Saya harus mencari akal agar dia mau. Di satu sisi saya tidak ingin memaksa dia untuk ke sekolah, di sisi lain saya merasa pekerjaan di ranah publik tidak maksimal. Semoga Allah memberikan saya kesabaran dalam membersamai anak saya
#CeritaHijrah day 7
Selasa, 06 Maret 2018
Writing hijrah day 7
Rabu, 7Maret 2018
Hari ini saya melakukan pemerikasaan haji lagi. Sambil mengisi waktu luang, saya mencari info tentang penerimaan murid baru TK untuk Alif. Salah satu PR saya terhadap alif ini adalah, agar dia mau sekolah. Akhir-akhir ini dia tidak mau jauh dari saya, maunya di ajarkan ummi saja. Dari karakternya pun,alif kemauannya keras,dari adabnya nampaknya perlu ekstra keras untuk mendidiknya.
#CeritaHijrah day 7
Hari ini saya melakukan pemerikasaan haji lagi. Sambil mengisi waktu luang, saya mencari info tentang penerimaan murid baru TK untuk Alif. Salah satu PR saya terhadap alif ini adalah, agar dia mau sekolah. Akhir-akhir ini dia tidak mau jauh dari saya, maunya di ajarkan ummi saja. Dari karakternya pun,alif kemauannya keras,dari adabnya nampaknya perlu ekstra keras untuk mendidiknya.
#CeritaHijrah day 7
Writing hijrah day 6
Selasa, 6 Maret 2018
Hari ini saya agak rempong. Mengejar waktu mendampingi anak belajar untuk ujian. Mengejar waktu agar bisa buat sarapan dan mengejar waktu untuk bisa ikut apel di kantor. Alhamdulillah...akhirnya bisa dikerjakan dengan tepat waktu.
Saya sebenarnya dari dulu ingin membuat kurikulum buat 2 orang anak shalehku. Tetapi masih terkendala,karena kesibukan yang terjadi. Sekarang masih dalam tahap mencari referensi dan guru kehidupan. Ingin rasanya bisa menjadi orangtua yang senang dan update dalam mendidik anak sesuai dengan zamannya.
Saya bertemu dengan seorang Bunda yang ada menjual buku montessori, InsyaAllah bisa menjadi referensi. Target pendidikan saya yaitu agar anak menjadi anak yang shaleh yang bermanfaat bagi orang lain. Bahagia di dunia dan di akhirat.
#CeritaHijrah day 6
Hari ini saya agak rempong. Mengejar waktu mendampingi anak belajar untuk ujian. Mengejar waktu agar bisa buat sarapan dan mengejar waktu untuk bisa ikut apel di kantor. Alhamdulillah...akhirnya bisa dikerjakan dengan tepat waktu.
Saya sebenarnya dari dulu ingin membuat kurikulum buat 2 orang anak shalehku. Tetapi masih terkendala,karena kesibukan yang terjadi. Sekarang masih dalam tahap mencari referensi dan guru kehidupan. Ingin rasanya bisa menjadi orangtua yang senang dan update dalam mendidik anak sesuai dengan zamannya.
Saya bertemu dengan seorang Bunda yang ada menjual buku montessori, InsyaAllah bisa menjadi referensi. Target pendidikan saya yaitu agar anak menjadi anak yang shaleh yang bermanfaat bagi orang lain. Bahagia di dunia dan di akhirat.
#CeritaHijrah day 6
Minggu, 04 Maret 2018
Writing Hijrah day 5
Selasa, 5 Maret 2018
Tema hari ini adalah tentang cemilan. Ada beberapa cemilan favorit keluarga. Di antaranya pisang goreng keju, lapek beras, kentang goreng.
Hari ini saya mau share tentang resep pisang goreng keju.
Bahan:
- pisang raja 1 sisir
- tepung adabi
- minyak goreng
- garam secukupnya
- keju
- susu kental manis
- ceres
Cara membuat:
- kupas pisang dan potong serong
- siapkan tepung adabi,tambahkan air sedikit demi sedikit sampai kental tambah kan garam.
- panaskan minyak
- celupkan pisang dan goreng
- masak sampai kuning kecoklatan.
- angkat dan tiriskan
- kemudian taburkan keju parut, ceres dan susu kental manis
- siap disajikan dan dinikmati.
#CeritaHijrah day 5
Tema hari ini adalah tentang cemilan. Ada beberapa cemilan favorit keluarga. Di antaranya pisang goreng keju, lapek beras, kentang goreng.
Hari ini saya mau share tentang resep pisang goreng keju.
Bahan:
- pisang raja 1 sisir
- tepung adabi
- minyak goreng
- garam secukupnya
- keju
- susu kental manis
- ceres
Cara membuat:
- kupas pisang dan potong serong
- siapkan tepung adabi,tambahkan air sedikit demi sedikit sampai kental tambah kan garam.
- panaskan minyak
- celupkan pisang dan goreng
- masak sampai kuning kecoklatan.
- angkat dan tiriskan
- kemudian taburkan keju parut, ceres dan susu kental manis
- siap disajikan dan dinikmati.
#CeritaHijrah day 5
Writing hijrah days 4
Minggu, 4 Maret
Hari ini saya jadwal jaga di ICU. Berhubung suami ke luar kota. Anak-anak akhirnya ikut saya untuk visite pasien. Rute pertama adalah ruang paru. Anak- anak saya beri pengertian kalau ruang paru ada penyakit yang bisa menular. Jadi jangan ikut ummi masuk ke dalam ruangan. Alif yang sangat susah untuk mengerti, dia takut kehilangan ummi. Beberapa kali saya tegur dia agar jauh-jauh dari saya. Setelah selesai dari ruangan paru,kami menuju ke ruangan perina,miras, vip dan ruang anak. Setelah selesai kami ke ruang ICU. Setelah mencek pasien di ruang ICU,kami pulang untuk makan siang. Sebelum pulang saya teringat untuk ke pasar,karena ada beberapa bahan dapur tidak ada. Sesampai di rumah Kepala saya terasa pusing karena sedang demam juga. Padahal rencana mau mengajarkan fatih. Akhirnya kami memutuskan untuk tidur siang. Setelah bangun,ternyata diluar mendung, saya buru-buru angkat jemuran. Dan baru teringat kalau sampah belum terbuang akhirnya buang sampah dan lanjut beli tepung adabi dan keju. Sesampai di rumah ,ee...ternyata suami pulang. Agak malu juga karena baju yang dipakai ketika buang sampah dan belanja masih pakai daster. Ini efek khawatir hujan lebat dan tidak bisa keluar nantinya.
#CeritaHijrah days4
Hari ini saya jadwal jaga di ICU. Berhubung suami ke luar kota. Anak-anak akhirnya ikut saya untuk visite pasien. Rute pertama adalah ruang paru. Anak- anak saya beri pengertian kalau ruang paru ada penyakit yang bisa menular. Jadi jangan ikut ummi masuk ke dalam ruangan. Alif yang sangat susah untuk mengerti, dia takut kehilangan ummi. Beberapa kali saya tegur dia agar jauh-jauh dari saya. Setelah selesai dari ruangan paru,kami menuju ke ruangan perina,miras, vip dan ruang anak. Setelah selesai kami ke ruang ICU. Setelah mencek pasien di ruang ICU,kami pulang untuk makan siang. Sebelum pulang saya teringat untuk ke pasar,karena ada beberapa bahan dapur tidak ada. Sesampai di rumah Kepala saya terasa pusing karena sedang demam juga. Padahal rencana mau mengajarkan fatih. Akhirnya kami memutuskan untuk tidur siang. Setelah bangun,ternyata diluar mendung, saya buru-buru angkat jemuran. Dan baru teringat kalau sampah belum terbuang akhirnya buang sampah dan lanjut beli tepung adabi dan keju. Sesampai di rumah ,ee...ternyata suami pulang. Agak malu juga karena baju yang dipakai ketika buang sampah dan belanja masih pakai daster. Ini efek khawatir hujan lebat dan tidak bisa keluar nantinya.
#CeritaHijrah days4
Writing hijrah days 3
Sabtu, 3 Maret 2018
Hari ini saya juga libur di RS, melainkan jadwal jaga pemeriksaan haji di RS. Karena berhubung besok saya jaga di RS juga. Kesempatan saya untuk menyiapkan masakan untuk hari ini,kebetulan hari ini suami pun mau berangkat ke luar kota. Suami pagi ini mengantarkan anak ke sekolah lanjut ke pasar,beliau belanja bahan baku untuk dapur selama seminggu. Alhamdulillah beliau mau membantu urusan dapur dan urusan kamar mandi. Sungguh sangat banyak membantu.
#CeritaHijrah day 3
Hari ini saya juga libur di RS, melainkan jadwal jaga pemeriksaan haji di RS. Karena berhubung besok saya jaga di RS juga. Kesempatan saya untuk menyiapkan masakan untuk hari ini,kebetulan hari ini suami pun mau berangkat ke luar kota. Suami pagi ini mengantarkan anak ke sekolah lanjut ke pasar,beliau belanja bahan baku untuk dapur selama seminggu. Alhamdulillah beliau mau membantu urusan dapur dan urusan kamar mandi. Sungguh sangat banyak membantu.
#CeritaHijrah day 3
Writing hijrah day 2
Jum'at, 2 Maret 2018
Hari ini saya libur jaga di RS, tetapi saya dapat jadwal jaga pemeriksaan haji. Ketika siang bang Fatih di jemput Ayah dan diantar ke ruang ICU. Karena sudah selesai pemeriksaan siangnya, akhirnya saya pulang dan mempersiapkan fatih untuk shalat jum'at. Fatih senang kalau ikut shalat jumat. Setelah Fatih siap, saya mengantarkan ke mesjid. Nanti dia jumpa Ayahnya dan nanti dia pulang bareng Ayahnya. Fatih bisa nangis kalau tak shalat di mesjid. Semoga anakku menjadi pemakmur mesjid dan ahlul Alquran.
# CeritaHijrah days2
Hari ini saya libur jaga di RS, tetapi saya dapat jadwal jaga pemeriksaan haji. Ketika siang bang Fatih di jemput Ayah dan diantar ke ruang ICU. Karena sudah selesai pemeriksaan siangnya, akhirnya saya pulang dan mempersiapkan fatih untuk shalat jum'at. Fatih senang kalau ikut shalat jumat. Setelah Fatih siap, saya mengantarkan ke mesjid. Nanti dia jumpa Ayahnya dan nanti dia pulang bareng Ayahnya. Fatih bisa nangis kalau tak shalat di mesjid. Semoga anakku menjadi pemakmur mesjid dan ahlul Alquran.
# CeritaHijrah days2
Writing Hijrah day 1
Kamis, 1 Maret 2018
Hari ini seperti biasanya saya setiap hari bangun sebelum subuh, shalat malam kemudian membangunkan fatih untuk siap-siap shalat subuh. Ketika Fatih dan ayahnya ke mesjid, saya mandi kemudian shalat subuh. Setelah selesai shalat, suami dan fatih nya nyampe rumah. Kemudian saya langsung menghadang Fatih agar dia tidak masuk kamar. Saya ingin membiasakan dia shalat subuh di mesjid dan tidak tidur sehabis subuh. Saya ingin membiasakan fatih menambah hafalan dan murajaah. Dan kalau fatih seperti ini biasanya moodnya ke sekolah jadi baik.
#CeritaHijrah days1
Hari ini seperti biasanya saya setiap hari bangun sebelum subuh, shalat malam kemudian membangunkan fatih untuk siap-siap shalat subuh. Ketika Fatih dan ayahnya ke mesjid, saya mandi kemudian shalat subuh. Setelah selesai shalat, suami dan fatih nya nyampe rumah. Kemudian saya langsung menghadang Fatih agar dia tidak masuk kamar. Saya ingin membiasakan dia shalat subuh di mesjid dan tidak tidur sehabis subuh. Saya ingin membiasakan fatih menambah hafalan dan murajaah. Dan kalau fatih seperti ini biasanya moodnya ke sekolah jadi baik.
#CeritaHijrah days1
Senin, 26 Februari 2018
Aliran rasa level 12 bunda sayang Iip
Aliran rasa level 12 IIP bunda sayang
Sangat tidak di sangka,alhamdulillah sudah selesai tantangan 12 level di kelas bunda sayang. Tetapi saya masih merasa kurang ilmu nya, masih ada beberapa yang belum konsisten untuk dikerjakan,penyebab terbesar karena belum lihai mengelola waktu. Multiperan ini dituntut mesti disiplin waktu,biar waktunya lebih berkah. Di level 12 ini saya sangat senang karena saya akan mendapat banyak referansi untuk menambah sumber informasi untuk pengetahuan saya, anak-anak dan keluarga. Ingin rasanya terus belajar dengan guru kehidupan seperti bu septi,pak dodik, abah rama, dan banyak lainnya. Dengan multimedia insyaAllah bisa lebih baik dalam menuntut ilmu asalkan bijak dalam penggunaannya.
Sangat tidak di sangka,alhamdulillah sudah selesai tantangan 12 level di kelas bunda sayang. Tetapi saya masih merasa kurang ilmu nya, masih ada beberapa yang belum konsisten untuk dikerjakan,penyebab terbesar karena belum lihai mengelola waktu. Multiperan ini dituntut mesti disiplin waktu,biar waktunya lebih berkah. Di level 12 ini saya sangat senang karena saya akan mendapat banyak referansi untuk menambah sumber informasi untuk pengetahuan saya, anak-anak dan keluarga. Ingin rasanya terus belajar dengan guru kehidupan seperti bu septi,pak dodik, abah rama, dan banyak lainnya. Dengan multimedia insyaAllah bisa lebih baik dalam menuntut ilmu asalkan bijak dalam penggunaannya.
Rabu, 14 Februari 2018
Tantangan 10 hari, level 12, day 12
# Tantangan 10 Hari
# level 12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
# tanggal 14 Februari 2018
# day 12
Aplikasi yang ingin saya dalami adalah aplikasi snapseed. Ini aplikasi tentang membuat foto menjadi lebih menarik. Ini akan saya gunakan untuk mendokumentasikan anak2 saya.
# level 12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
# tanggal 14 Februari 2018
# day 12
Aplikasi yang ingin saya dalami adalah aplikasi snapseed. Ini aplikasi tentang membuat foto menjadi lebih menarik. Ini akan saya gunakan untuk mendokumentasikan anak2 saya.
Tantangan 10 hari, level 12, day 11
# Tantangan 10 Hari
# level 12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
# tanggal 13 Februari 2018
# day 11
Aplikasi yang ingin saya pelajari adalah aplikasi canva, tentang infografis. Ini saya dapat dari teman dari group on line.
# level 12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
# tanggal 13 Februari 2018
# day 11
Aplikasi yang ingin saya pelajari adalah aplikasi canva, tentang infografis. Ini saya dapat dari teman dari group on line.
Tantangan 10 hari, level 12, day 10
# Tantangan 10 Hari
# level 12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
# tanggal 12 Februari 2018
# day 10
Aplikasi yang sangat membantu saya dalam mendekatkan diri kepada Allah. Adalah aplikasi muslim pro. Dari aplikasi ini bisa membantu saya menghafal alquran dan mengingatkan saya waktu shalat.
# level 12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
# tanggal 12 Februari 2018
# day 10
Aplikasi yang sangat membantu saya dalam mendekatkan diri kepada Allah. Adalah aplikasi muslim pro. Dari aplikasi ini bisa membantu saya menghafal alquran dan mengingatkan saya waktu shalat.
Tantangan 10 hari, level 12, day 9
# Tantangan 10 Hari
# level 12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
# tanggal 11 Februari 2018
# day 9
Aplikasi yang sangat saya butuhkan adalah wps office. Ketika ikut seminar, ada dapat bahan dari mara sumber bisa langsung buka. Kalau ada tugas atau materi yang didapat dari group bisa langsung buka. Ini sangat membantu saya untuk up date ilmu.
# level 12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
# tanggal 11 Februari 2018
# day 9
Aplikasi yang sangat saya butuhkan adalah wps office. Ketika ikut seminar, ada dapat bahan dari mara sumber bisa langsung buka. Kalau ada tugas atau materi yang didapat dari group bisa langsung buka. Ini sangat membantu saya untuk up date ilmu.
Tantangan 10 hari,level 12, day 8
# Tantangan 10 Hari
# level 12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
# tanggal 10 Februari 2018
# day 8
Aplikasi yang sangat membantu saya dalam hal mendidik anak adalah aplikasi bobo.id. banyak informasi yang didapat dari aplikasi ini.
# level 12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
# tanggal 10 Februari 2018
# day 8
Aplikasi yang sangat membantu saya dalam hal mendidik anak adalah aplikasi bobo.id. banyak informasi yang didapat dari aplikasi ini.
Tantangan 10 hari, level 12, day 7
# Tantangan 10 Hari
# level 12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
# tanggal 9 Februari 2018
# day 7
Aplikasi yang sangat membantu saya dalam hal mendidik anak adalah link www.readingeggs.com Ini adalah semacam aplikasi untuk anak dalam hal belajar bahasa inggris. Ini link berbayar dan ada masa waktunya.
# level 12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
# tanggal 9 Februari 2018
# day 7
Aplikasi yang sangat membantu saya dalam hal mendidik anak adalah link www.readingeggs.com Ini adalah semacam aplikasi untuk anak dalam hal belajar bahasa inggris. Ini link berbayar dan ada masa waktunya.
Tantangan 10 hari, level 12, day 6
# Tantangan 10 Hari
# level 12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
# tanggal 8 Februari 2018
# day 6
Aplikasi yang sangat membantu saya dalam mendidik anak adalah dengan adanya link homeeducation.com. saya mendapat link ini setelah bergabung dengan group homeeducation. Link ini berbayar dan bisa dipakai bersama-sama.
# level 12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
# tanggal 8 Februari 2018
# day 6
Aplikasi yang sangat membantu saya dalam mendidik anak adalah dengan adanya link homeeducation.com. saya mendapat link ini setelah bergabung dengan group homeeducation. Link ini berbayar dan bisa dipakai bersama-sama.
Selasa, 06 Februari 2018
Tantangan 10 hari,level 12, day 5
# Tantangan 10 Hari
# level 12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
# tanggal 7 Februari 2018
# day 5
Aplikasi yang sangat membantu aktivitas saya sehari-hari adalah sms banking dan mobile banking. Ketika ada keluarga saya butuh, saya tinggal buka mobile banking. Kalau perlu pulsa tinggal buku mobile banking. Kalau ada kulwap yang berbayar, saya juga tinggal transfer. Kalau belanja online tinggal transfer.
# level 12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
# tanggal 7 Februari 2018
# day 5
Aplikasi yang sangat membantu aktivitas saya sehari-hari adalah sms banking dan mobile banking. Ketika ada keluarga saya butuh, saya tinggal buka mobile banking. Kalau perlu pulsa tinggal buku mobile banking. Kalau ada kulwap yang berbayar, saya juga tinggal transfer. Kalau belanja online tinggal transfer.
Senin, 05 Februari 2018
Tantangan 10 hari, level 12, da
# Tantangan 10 Hari
# level 12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
# tanggal 6 Februari 2018
# day 4
Aplikasi airy sangat bermanfaat untuk saya untuk memesan tiket pesawat dan kamar hotel. Kebetulan saya orang aceh, jd sering mudik. Dan dari segi profesi saya harus sering ikut pelatihan. Jd harus ada aplikasi ini.
# level 12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
# tanggal 6 Februari 2018
# day 4
Aplikasi airy sangat bermanfaat untuk saya untuk memesan tiket pesawat dan kamar hotel. Kebetulan saya orang aceh, jd sering mudik. Dan dari segi profesi saya harus sering ikut pelatihan. Jd harus ada aplikasi ini.
Tantangan 10 hari, level 12, day 3
# Tantangan 10 Hari
# level 12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
# tanggal 5 Februari 2018
# day 3
Aplikasi yang sangat membantu saya dalam menyalurkan kesukaan saya dalam menulis adalah blog. Dengan blog ini saya bisa menyimpan tugas atau tulisan guru-guru saya.
# level 12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
# tanggal 5 Februari 2018
# day 3
Aplikasi yang sangat membantu saya dalam menyalurkan kesukaan saya dalam menulis adalah blog. Dengan blog ini saya bisa menyimpan tugas atau tulisan guru-guru saya.
Tantangan 10 hari, level 12, day 2
# Tantangan 10 Hari
# level 12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
# tanggal 4 Februari 2018
# day 2
Aplikasi yang sangat membantu saya untuk belanja adalah shoopee. Karena saya tipe kurang suka keluar dan tak bisa menawar. Pilihan yang bijak adalah belanja online. Sejak kenal shopper, ada beberapa barang yang sudah saya beli, seperti rak buku,buku yang selama ini saya cari akhirnya dapat di shoopee.
# level 12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
# tanggal 4 Februari 2018
# day 2
Aplikasi yang sangat membantu saya untuk belanja adalah shoopee. Karena saya tipe kurang suka keluar dan tak bisa menawar. Pilihan yang bijak adalah belanja online. Sejak kenal shopper, ada beberapa barang yang sudah saya beli, seperti rak buku,buku yang selama ini saya cari akhirnya dapat di shoopee.
Tantangan 10 hari, level 12, hari 1
# Tantangan 10 Hari
# level 12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
# tanggal 3 Februari 2018
# day 1
Aplikasi yang sangat membantu pembelajaran anak-anak dan saya adalah youtube. Karena kami tipe belajarny sama yaitu audiovisual. Harus melihat video dulu. Baru dikerjakan. Untuk melihat percobaan, pengetahuan tentang sesuatu. Sangat membantu.
# level 12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
# tanggal 3 Februari 2018
# day 1
Aplikasi yang sangat membantu pembelajaran anak-anak dan saya adalah youtube. Karena kami tipe belajarny sama yaitu audiovisual. Harus melihat video dulu. Baru dikerjakan. Untuk melihat percobaan, pengetahuan tentang sesuatu. Sangat membantu.
Jumat, 26 Januari 2018
Kulwap dengan teh kiki group lentera riau
7⃣ Bunda solehah 1
🍒1. Bagaimana cara orang tua agar bisa senantiasa ikhlas dan sabar dalam menghadapi mood anak, baik dalam beribadah maupun belajar? Karena ada tipe anak untuk melakukan sesuatu negosiasi dulu.
🍒2. Teh..., ini terkait dengan saya yang sedang dilema. Ingin sambung kuliah spesialisasi atau tetap bersama dengan anak dan pasangan di rumah. Pasangan menginginkan saya sebagai partner dia dalam mendidik anak2, sedangkan saya semangat untuk menimba ilmu juga kuat. Ketika pendidikan spesialisasi, pada umumnya keluarga jd prioritas ke dua, sedangkan saya tak mau dalam kondisi seperti itu. Apa yang mesti saya pilih teh kiki, agar saya bisa fokus,ikhlas dan sabar belajar bersama dengan anak
🌹 *Teh Kiki Barkiah*
Pertama, ubah cara pandang kita terhadap anak yang gemar bernegosiasi. Anak-anak ini adalah calon pemimpin masa depan. Ia selalu ingin melibatkan pandangan mereka untuk mempengaruhi pandangan orang tua. Anak-anak tipe seperti ini biasanya tipe anak berkemauan kuat.
Dengan mengubah cara pandang kita akan melihat bahwa ini adalah potensi positif dalam diri anak yang perlu diasah agar digunakan dalam han kebaikan. Sehingga kita tidak memandang hal ini sebagai sesuatu yang terlalu negatif dan kemudian memicu emosi negatif kita.
🌹 *Teh Kiki Barkiah*
Sebenarnya orang tua perlu bersyukur memiliki anak yang berkemauan keras. Meski terkadang memiliki tantangan tersediri dalam pengasuhan saat usia kecil. Anak-anak berkemauan keras adalah calon pemimpin masa depan. Mereka adalah orang-orang yang gigih mengejar cita-cita dan tidak mudah putus asa karena pandangan orang lain.
Sehingga fokus kita bukan mengubah karakter anak, tetapi bagaimana mengatur dan mengubah sikap kita untuk menyesuaikan diri dengan strong willed-spirited child agar potensi ini menjadi potensi kebaikan bagi ummat. Meskipun begitu secara umum semua anak akan melewati fasa egosentris. Di masa tersebut, mereka belum mampu memandang permasalahan dari berbagai sudut pandang. Hanya dapat melihat masalah dari satu sisi. Namun anak anak strong willed-spirited child biasanya memiliki kadar ego dan kegigihan yang lebih besar.
Adapun cara kita menghadapi anak-anak yang berkemauan keras dapat dibaca dalam tulisan berikut yang diterjemahkan dan diadaptasi oleh suami saya. Aditya irawan
🌹 *Teh Kiki Barkiah*
*Mengasuh anak berkemauan kuat*
Apakah anda memiliki anak berkemauan kuat? Anda sungguh beruntung! Anak berkemauan kuat akan sangat menantang saat mereka masih kecil, akan tetapi akan menjadi pemudi/pemuda yang hebat bila diasuh dengan baik. Memiliki motivasi yang kuat dan berpendirian teguh, mereka akan berusaha mengejar keinginan mereka dan hampir tak terpengaruh oleh tekanan lingkungannya. Sepanjang orang tua mereka tidak berusaha untuk "mematahkan kemauan mereka", anak berkemauan keras adalah calon pemimpin masa depan.
Apakah anak berkemauan kuat itu? Sebagian orang tua menyebut mereka "sulit" atau "keras kepala", tetapi kita juga bisa melihat mereka sebagai orang dengan integritas tinggi yang pandangannya tidak mudah digoyahkan. Mereka bersemangat dan pemberani. Mereka ingin mempelajari sesuatu sendiri daripada menerima perkataan orang lain, sehingga mereka akan menguji batas berulang kali. Mereka sangat ingin bertanggung jawab atas diri mereka sendiri, sehingga terkadang menempatkan keinginan untuk menjadi benar diatas segalanya. Saat hati mereka terkunci pada sesuatu, otak mereka akan sulit untuk berpindah ke tempat lain. Anak berkemauan kuat penuh gairah dan menjalani hidup dengan kecepatan penuh.
Seringkali anak berkemauan kuat rentan terhadap perebutan kekuasaan dengan orang tua mereka. Akan tetapi, perebutan kekuasaan memerlukan adanya dua pihak. Anda tidak perlu melayani semua undangan untuk berdebat! Bila anda dapat menarik napas setiap kali emosi anda terpicu dan mengingatkan diri anda sendiri bahwa anda dapat menjaga harga diri anak anda dengan tetap mencapai apa yang anda inginkan, anda akan belajar cara untuk menghindari perebutan kekuasaan tersebut. (Jangan biarkan balita anda membuat anda bertingkah seperti balita juga!)
Tidak ada seorangpun yang suka didikte, akan tetapi anak berkemauan kuat sangat membencinya. Orang tua dapat menghindari perebutan kekuasaan dengan membantu anak merasa dimengerti meskipun anda memberikan batasan kepada mereka. Cobalah untuk berempati, berikan pilihan, dan mengertilah bahwa rasa hormat berlaku dua arah. Mencari solusi yang saling menguntungkan daripada sekedar menegakkan peraturan akan mencegah emosi anak berkemauan kuat meledak dan mengajari mereka keahlian bernegosiasi dan berkompromi.
Anak berkemauan kuat tidak sekadar ingin mempersulit. Mereka merasa integritas diri mereka ternoda bila mereka harus menyerah pada kemauan orang lain. Bila mereka diberi pilihan, mereka akan bekerjasama dengan senang hati. Bila anda merasa terganggu dengan ini karena berpikir kepatuhan adalah sesuatu yang penting, cobalah pertimbangkan kembali. Tentu saja anda ingin membesarkan seorang anak yang bertanggungjawab, penuh perhatian, mudah bekerjasama yang akan melakukan hal yang benar walaupun hal tersebut sulit. Tapi hal tersebut bukan berarti kepatuhan. Hal tersebut berarti melakukan hal yang anda inginkan.
Quote:
Moralitas adalah melakukan hal yang benar, tanpa peduli apa yang dikatakan pada anda. Kepatuhan adalah melakukan apa yang dikatakan pada anda, tak peduli benar atau salah.
- H.L. Mencken
Jadi tentu saja anda ingin anak anda melakukan apa yang anda minta. Tapi itu bukan berarti karena ia patuh, dalam artian ia akan selalu melakukan semua yang dikatakan oleh orang yang lebih besar darinya. Yang anda inginkan adalah ia melakukan permintaan anda karena ia mempercayai anda, karena ia mengerti bahwa walaupun anda tidak selalu menuruti semua keinginannya, tetapi anda peduli padanya. Anda ingin membesarkan seorang anak yagn memiliki disiplin diri, berani bertanggung jawab, dan penuh perhatian -- dan yang paling penting, memilki kemampuan untuk memutuskan siapa yang dapat ia percaya dan kapan ia dapat membiarkan dirinya dipengaruhi oleh orang lain.
Mematahkan kemauan seorang anak akan membuatnya terbuka pada pengaruh orang lain yang sering kali tidak memiliki tujuan yang sama dengannya. Dan lagi, hal tersebut adalah sebuah pengkhianatan pada tugas kita sebagai orang tua.
Walaupun begitu, anak dengan kemauan kuat dapat menjadi sesuatu yang sulit untuk diasuh -- berenergi tinggi, menantang, gigih. Bagaimana kita dapat melindungi hal-hal tersebut dan mendorong mereka untuk bekerjasama?
11 tips untuk pengasuhan anak berkemauan kuat dan penuh semangat
1. Ingatlah bahwa anak berkemauan kuat belajar dari pengalaman mereka
Hal tersebut berarti mereka harus melihat sendiri bahwa kompor itu panas. Sehingga bila anda tidak khawatir mengenai cedera serius, lebih efektif untuk mengajari mereka melalui pengalaman dibanding mencoba untuk mengendalikan mereka. Dan dapat diduga kalau anak berkemauan kuat anda akan menguji limit anda berkali-kali -- begitulah cara mereka belajar. Bila anda mengetahui hal itu, akan lebih mudah untuk bersikap tenang, yang akan mencegah memburuknya hubungan anda--dan juga kesabaran anda.
2. Anak berkemauan kuat sangat ingin penguasaan, terutama atas diri mereka sendiri.
Biarkan mereka bertanggung jawab atas aktifitas mereka sendir, sebanyak mungkin. Jangan mengomeli mereka untuk menggosok gigi; akan tetapi bertanyalah: "Apa lagi yang perlu dilakukan sebelum kita pergi?" Bila ia terlihat bingung, ingatkan kembali pada daftar aktifitas: "Setiap pagi kita sarapan, menggosok gigi, buang air, dan menyiapkan tas. Bunda lihat kamu sudah menyiapkan tasmu, hebat! Sekarang apalagi yang masih perlu dilakukan?" Anak yang lebih merasa mandiri dan memimpin dirinya sendiri akan berkurang keinginan untuk melawannya. Belum lagi, mereka belajar bertanggung sejak dini.
3. Beri anak anda pilihan
Bila anda memberi perintah, hampir pasti ia akan siap melawan. Bila anda menawarkan pilihan, ia akan merasa menjadi penguasa atas dirinya sendiri. Tentu saja, hanya berikan pilihan yang dapat anda sanggupi dan jangan merasa sakit hati karena telah menyerahkan kekuasaan padanya.
4. Berikan ia otoritas atas tubuhnya sendiri
Biarkanlah anak anda merasa dirinya berkuasa atas tubuhnya sendiri. Bila anda merasa udara diluar sedang dingin dan anda memintanya untuk mengenakan baju hangat, jangan kaget bila ia akan menolak. Sangat sulit baginya untuk membayangkan dirinya akan merasa kedinginan padahal saat ini ia sedang merasakan kehangatan di dalam rumah, dan mengenakan baju hangat hanya akan merepotkannya. Dia yakin dirinya benar -- tubuhnya mengatakan hal itu padanya -- jadi secara alamiah ia akan menolak anda. anda tidak ingin merendahkan percaya dirinya, tapi ajarkanlah bahwa merubah keputusan berdasarkan informasi baru tidak semestinya membuatmu malu.
5. Hindari perebutan kekuasaan dengan menggunakan peraturan dan rutinitas
Dengan begitu, anda bukanlah orang jahat yang menyuruh-nyuruh mereka, hanya saja
"Jam 8 malam adalah jadwal kita memadamkan lampu. Bila kamu bersegera, kita masih punya waktu untuk membaca dua buku" atau "Dalam rumah kita, kita harus menyelesaikan pekerjaan rumah sebelum menonton."
6. Jangan desak ia untuk melawan anda
Paksaan selalu menghasilkan "perlawanan" -- pada manusia di segala umur. Bila anda mengambil posisi yang tidak dapat ditawar lagi, anda akan dengan mudah mendesak ia untuk menentang anda, hanya untuk membuktikan kalau ia bisa. Anda akan tahu bila hal tersebut adalah awal mula perebutan kekuasaan dan anda akan melakukan apa saja untuk menang. Berhentilah, tarik napas, dan ingatkan diri anda bahwa memenangi pertempuran dengan anak anda akan selalu membuat anda kehilangan sesuatu yang paling penting: hubungan baik. Bila ragu, katakanlah:
"Baik, kamu bisa memutuskan ini sendiri."
Bila ia tidak bisa, sebutkanlah bagian apa yang bisa ia putuskan, atau carilah cara lain untuknya agar ia bisa memenuhi kebutuhan otonominya tanpa membahayakan kesehatan atau keselamatannya.
7. Hindari perebutan kekuasaan dengan membiarkan anak anda menjaga harga dirinya
Anda tidak perlu membuktikan kalau anda benar. Anda bisa, dan harus, menetapkan harapan yang wajar dan melaksanakannya. akan tetapi janganlah pernah mematahkan kemauan anak anda atau memaksanya untuk menyetujui pandangan anda. Ia harus melakukan apa yang anda inginkan, tetapi biarkan ia memiliki pendapatnya sendiri dan perasaan tentang hal itu.
8. Dengarkan ia
Anda sebagai orang dewasa mungkin layak untuk menganggap diri anda mengetahui yang terbaik. Akan tetapi anak berkemauan kuat memiliki pendirian yang teguh karena integritasnya. Ia memiliki sudut pandang yang membuatnya berpegang teguh pada pendiriannya dan ia akan berusaha melindungi apa yang ia rasa penting. Bila anda bisa mendengarkan dengan tenang dan mempertimbangkan kata-katanya, anda akan mengerti apa yang membuatnya menentang anda. Anda tidak akan mengetahui hal tersebut bila anda berselisih dan memaksanya.
9. Lihatlah dari sudut pandangnya
Misalnya ia marah karena anda berjanji untuk mencuci pakaian kesukaannya dan kemudian lupa. Bagi anda, ia keras kepala. Baginya, wajar bila ia merasa kecewa, dan anda terasa bersifat munafik, karena ia tidak diperbolehkan untuk melanggar janjinya pada anda, tetapi anda melanggar janji anda padanya. Bagaimana anda dapat menyelesaikan masalah ini? Mintalah maaf padanya dengan bersungguh-sungguh, yakinkan ia bahwa anda berusaha keras untuk memenuhi janji-janji anda, dan cucilah pakaian itu berdua. Anda bahkan dapat mengajarinya mencuci pakaiannya sendiri sehingga anda tidak perlu berada dalam posisi ini di kemudian hari dan ia akan merasa diberi wewenang. Bayangkanlah bagaimana anda ingin diperlakukan, dan perlakukanlah ia sesuai dengan itu.
10. Disiplin melalui hubungan baik, bukan hukuman
Anak-anak tidak mempelajari apapun saat mereka di tengah pertengkaran. Seperti juga kita, pada saat itulah adrenalin bekerja dan pembelajaran terhenti. Jadi tidak perlu dipaksakan untuk memberikan pelajaran pada saat tersebut, tarik napaslah dan cobalah untuk mengerti. Anak-anak akan bekerjasama karena ada sesuatu yang lebih mereka inginkan daripada berbuat sesuka hati mereka -- mereka menginginkan hubungan yang hangat dengan kita. Semakin sering anda bertengkar dan menghukum mereka, semakin kecil keinginan mereka untuk melindungi hubungan baik tersebut. Bila sesuatu mengganggu perasaan mereka, bantulah ia untuk mengekspresikan perasaan sakit, takut, atau kecewa tersebut, agar perasaan tersebut hilang. Setelah itu ia akan siap untuk mendengarkan anda saat anda mengingatkannya bahwa di dalam rumah anda, semua orang berbicara dengan cara yang baik. (Tentu saja anda harus mencontohkan hal tersebut. Anak anda tidak selalu mengerjakan apa yang anda minta, tetapi mereka akan selalu, pada akhirnya, melakukan apa yang anda lakukan.)
11. Berikan ia penghargaan dan empati
Kebanyakan anak berkemauan kuat berjuang demi mendapatkan penghargaan. Bila anda memberikan hal tersebut pada mereka, mereka tidak akan perlu berjuang untuk melindungi posisi mereka. Dan, seperti juga pada kita semua, akan sangat membantu bila mereka merasa dimengerti. Bila anda mengerti sudut pandang mereka dan merasa ia salah -- misalnya, ia ingin menggunakan pakaian yang kurang pantas ke acara pernikahan -- anda masih bisa berempati pada perasaannya dan berkompromi dengannya dalam batasan yang anda tentukan.
"Kamu sangat suka baju ini dan sangat ingin menggunakannya bukan? Akan tetapi dalam acara pernikahan, kita berpakaian dengan rapi untuk menghargai yang mengundang dan tamu lainnya. Bunda tahu kamu sangat kehilangan bila tidak mengenakan baju ini. Bagaimana kalau kita bawa baju ini agar kamu bisa mengenakannya di perjalanan pulang.
Apakah hal-hal diatas terkesan memanjakan? Tidak. Anda menetapkan batasan-batasannya. Tetapi anda menetapkannya dengan mempertimbangkan sudut pandang anak anda, yang akan membuatnya lebih mudah untuk bekerjasama. Tidak ada alasan untuk melakukannya dengan kasar!
Hal ini juga buka cara pengasuhan dengan otoriter, karena hal tersebut hanya akan menjadikan mereka memberontak.
Sumber: http://www.ahaparenting.com/parenting-tools/positive-discipline/Parenting-Strong-Willed-Child
Terjemahan dan adaptasi oleh: Aditya Irawan
🌹 *Teh Kiki Barkiah*
Untuk kasus kedua, niat meraih cita-cita itu tetap kita azamkan. Hanya masalah pilihan waktunya saja. Tidak semua cita-cita harus kita raih saat ini juga. Kita lihat perkembangan anak, waktu dimana mereka tidak terlalu membutuhkan banyak perhatian secara fisik, disitulah kita bisa kembali meneruskan perjuangan meraih mimpi dan cita-cita kita.
Menjadi ibu bukan berarti memupuskan mimpi. Menjadi ibu berarti membawa keluarga bersama mimpi kita dengan menyesuaikan mimpi kita menjadi mimpi bersama. Oleh karena itu ada kalanya speed dalam meraih mimpi harus kita kecilkan. Ada masanya kita bisa menancap gas kembali. Bila saat ini belum memungkinkan, bersabar saja. Tetaplah beraktifitas agar jalur meraih mimpi itu tidak terputus. Walau saat ini perlu merayap dalam menjalaninya.
Sebagai contoh, saya pun mengalami hal ini. Mimpi-mimpi saya tidak dikubur, hanya saja speed dalam meraih mimpi saat ini masih bergerak merayap. Tapi teruslah bergerak maju walau hanya langkah-langkah kecil. Saya yakin insya Allah ada masanya say bisa meroket, melangit dan kembali meraih impian saya. Saat it tiba saya berharap say telah selesai meletakkan fondasi dasar dalam diri anak-anak untuk meraih mimpi mereka. Dan pada akhirnya semua mimpi akan bergabung menjadi cita-cita bersama. Cita-cita di dunia dan akhirat. Insya Allah.
🍒1. Bagaimana cara orang tua agar bisa senantiasa ikhlas dan sabar dalam menghadapi mood anak, baik dalam beribadah maupun belajar? Karena ada tipe anak untuk melakukan sesuatu negosiasi dulu.
🍒2. Teh..., ini terkait dengan saya yang sedang dilema. Ingin sambung kuliah spesialisasi atau tetap bersama dengan anak dan pasangan di rumah. Pasangan menginginkan saya sebagai partner dia dalam mendidik anak2, sedangkan saya semangat untuk menimba ilmu juga kuat. Ketika pendidikan spesialisasi, pada umumnya keluarga jd prioritas ke dua, sedangkan saya tak mau dalam kondisi seperti itu. Apa yang mesti saya pilih teh kiki, agar saya bisa fokus,ikhlas dan sabar belajar bersama dengan anak
🌹 *Teh Kiki Barkiah*
Pertama, ubah cara pandang kita terhadap anak yang gemar bernegosiasi. Anak-anak ini adalah calon pemimpin masa depan. Ia selalu ingin melibatkan pandangan mereka untuk mempengaruhi pandangan orang tua. Anak-anak tipe seperti ini biasanya tipe anak berkemauan kuat.
Dengan mengubah cara pandang kita akan melihat bahwa ini adalah potensi positif dalam diri anak yang perlu diasah agar digunakan dalam han kebaikan. Sehingga kita tidak memandang hal ini sebagai sesuatu yang terlalu negatif dan kemudian memicu emosi negatif kita.
🌹 *Teh Kiki Barkiah*
Sebenarnya orang tua perlu bersyukur memiliki anak yang berkemauan keras. Meski terkadang memiliki tantangan tersediri dalam pengasuhan saat usia kecil. Anak-anak berkemauan keras adalah calon pemimpin masa depan. Mereka adalah orang-orang yang gigih mengejar cita-cita dan tidak mudah putus asa karena pandangan orang lain.
Sehingga fokus kita bukan mengubah karakter anak, tetapi bagaimana mengatur dan mengubah sikap kita untuk menyesuaikan diri dengan strong willed-spirited child agar potensi ini menjadi potensi kebaikan bagi ummat. Meskipun begitu secara umum semua anak akan melewati fasa egosentris. Di masa tersebut, mereka belum mampu memandang permasalahan dari berbagai sudut pandang. Hanya dapat melihat masalah dari satu sisi. Namun anak anak strong willed-spirited child biasanya memiliki kadar ego dan kegigihan yang lebih besar.
Adapun cara kita menghadapi anak-anak yang berkemauan keras dapat dibaca dalam tulisan berikut yang diterjemahkan dan diadaptasi oleh suami saya. Aditya irawan
🌹 *Teh Kiki Barkiah*
*Mengasuh anak berkemauan kuat*
Apakah anda memiliki anak berkemauan kuat? Anda sungguh beruntung! Anak berkemauan kuat akan sangat menantang saat mereka masih kecil, akan tetapi akan menjadi pemudi/pemuda yang hebat bila diasuh dengan baik. Memiliki motivasi yang kuat dan berpendirian teguh, mereka akan berusaha mengejar keinginan mereka dan hampir tak terpengaruh oleh tekanan lingkungannya. Sepanjang orang tua mereka tidak berusaha untuk "mematahkan kemauan mereka", anak berkemauan keras adalah calon pemimpin masa depan.
Apakah anak berkemauan kuat itu? Sebagian orang tua menyebut mereka "sulit" atau "keras kepala", tetapi kita juga bisa melihat mereka sebagai orang dengan integritas tinggi yang pandangannya tidak mudah digoyahkan. Mereka bersemangat dan pemberani. Mereka ingin mempelajari sesuatu sendiri daripada menerima perkataan orang lain, sehingga mereka akan menguji batas berulang kali. Mereka sangat ingin bertanggung jawab atas diri mereka sendiri, sehingga terkadang menempatkan keinginan untuk menjadi benar diatas segalanya. Saat hati mereka terkunci pada sesuatu, otak mereka akan sulit untuk berpindah ke tempat lain. Anak berkemauan kuat penuh gairah dan menjalani hidup dengan kecepatan penuh.
Seringkali anak berkemauan kuat rentan terhadap perebutan kekuasaan dengan orang tua mereka. Akan tetapi, perebutan kekuasaan memerlukan adanya dua pihak. Anda tidak perlu melayani semua undangan untuk berdebat! Bila anda dapat menarik napas setiap kali emosi anda terpicu dan mengingatkan diri anda sendiri bahwa anda dapat menjaga harga diri anak anda dengan tetap mencapai apa yang anda inginkan, anda akan belajar cara untuk menghindari perebutan kekuasaan tersebut. (Jangan biarkan balita anda membuat anda bertingkah seperti balita juga!)
Tidak ada seorangpun yang suka didikte, akan tetapi anak berkemauan kuat sangat membencinya. Orang tua dapat menghindari perebutan kekuasaan dengan membantu anak merasa dimengerti meskipun anda memberikan batasan kepada mereka. Cobalah untuk berempati, berikan pilihan, dan mengertilah bahwa rasa hormat berlaku dua arah. Mencari solusi yang saling menguntungkan daripada sekedar menegakkan peraturan akan mencegah emosi anak berkemauan kuat meledak dan mengajari mereka keahlian bernegosiasi dan berkompromi.
Anak berkemauan kuat tidak sekadar ingin mempersulit. Mereka merasa integritas diri mereka ternoda bila mereka harus menyerah pada kemauan orang lain. Bila mereka diberi pilihan, mereka akan bekerjasama dengan senang hati. Bila anda merasa terganggu dengan ini karena berpikir kepatuhan adalah sesuatu yang penting, cobalah pertimbangkan kembali. Tentu saja anda ingin membesarkan seorang anak yang bertanggungjawab, penuh perhatian, mudah bekerjasama yang akan melakukan hal yang benar walaupun hal tersebut sulit. Tapi hal tersebut bukan berarti kepatuhan. Hal tersebut berarti melakukan hal yang anda inginkan.
Quote:
Moralitas adalah melakukan hal yang benar, tanpa peduli apa yang dikatakan pada anda. Kepatuhan adalah melakukan apa yang dikatakan pada anda, tak peduli benar atau salah.
- H.L. Mencken
Jadi tentu saja anda ingin anak anda melakukan apa yang anda minta. Tapi itu bukan berarti karena ia patuh, dalam artian ia akan selalu melakukan semua yang dikatakan oleh orang yang lebih besar darinya. Yang anda inginkan adalah ia melakukan permintaan anda karena ia mempercayai anda, karena ia mengerti bahwa walaupun anda tidak selalu menuruti semua keinginannya, tetapi anda peduli padanya. Anda ingin membesarkan seorang anak yagn memiliki disiplin diri, berani bertanggung jawab, dan penuh perhatian -- dan yang paling penting, memilki kemampuan untuk memutuskan siapa yang dapat ia percaya dan kapan ia dapat membiarkan dirinya dipengaruhi oleh orang lain.
Mematahkan kemauan seorang anak akan membuatnya terbuka pada pengaruh orang lain yang sering kali tidak memiliki tujuan yang sama dengannya. Dan lagi, hal tersebut adalah sebuah pengkhianatan pada tugas kita sebagai orang tua.
Walaupun begitu, anak dengan kemauan kuat dapat menjadi sesuatu yang sulit untuk diasuh -- berenergi tinggi, menantang, gigih. Bagaimana kita dapat melindungi hal-hal tersebut dan mendorong mereka untuk bekerjasama?
11 tips untuk pengasuhan anak berkemauan kuat dan penuh semangat
1. Ingatlah bahwa anak berkemauan kuat belajar dari pengalaman mereka
Hal tersebut berarti mereka harus melihat sendiri bahwa kompor itu panas. Sehingga bila anda tidak khawatir mengenai cedera serius, lebih efektif untuk mengajari mereka melalui pengalaman dibanding mencoba untuk mengendalikan mereka. Dan dapat diduga kalau anak berkemauan kuat anda akan menguji limit anda berkali-kali -- begitulah cara mereka belajar. Bila anda mengetahui hal itu, akan lebih mudah untuk bersikap tenang, yang akan mencegah memburuknya hubungan anda--dan juga kesabaran anda.
2. Anak berkemauan kuat sangat ingin penguasaan, terutama atas diri mereka sendiri.
Biarkan mereka bertanggung jawab atas aktifitas mereka sendir, sebanyak mungkin. Jangan mengomeli mereka untuk menggosok gigi; akan tetapi bertanyalah: "Apa lagi yang perlu dilakukan sebelum kita pergi?" Bila ia terlihat bingung, ingatkan kembali pada daftar aktifitas: "Setiap pagi kita sarapan, menggosok gigi, buang air, dan menyiapkan tas. Bunda lihat kamu sudah menyiapkan tasmu, hebat! Sekarang apalagi yang masih perlu dilakukan?" Anak yang lebih merasa mandiri dan memimpin dirinya sendiri akan berkurang keinginan untuk melawannya. Belum lagi, mereka belajar bertanggung sejak dini.
3. Beri anak anda pilihan
Bila anda memberi perintah, hampir pasti ia akan siap melawan. Bila anda menawarkan pilihan, ia akan merasa menjadi penguasa atas dirinya sendiri. Tentu saja, hanya berikan pilihan yang dapat anda sanggupi dan jangan merasa sakit hati karena telah menyerahkan kekuasaan padanya.
4. Berikan ia otoritas atas tubuhnya sendiri
Biarkanlah anak anda merasa dirinya berkuasa atas tubuhnya sendiri. Bila anda merasa udara diluar sedang dingin dan anda memintanya untuk mengenakan baju hangat, jangan kaget bila ia akan menolak. Sangat sulit baginya untuk membayangkan dirinya akan merasa kedinginan padahal saat ini ia sedang merasakan kehangatan di dalam rumah, dan mengenakan baju hangat hanya akan merepotkannya. Dia yakin dirinya benar -- tubuhnya mengatakan hal itu padanya -- jadi secara alamiah ia akan menolak anda. anda tidak ingin merendahkan percaya dirinya, tapi ajarkanlah bahwa merubah keputusan berdasarkan informasi baru tidak semestinya membuatmu malu.
5. Hindari perebutan kekuasaan dengan menggunakan peraturan dan rutinitas
Dengan begitu, anda bukanlah orang jahat yang menyuruh-nyuruh mereka, hanya saja
"Jam 8 malam adalah jadwal kita memadamkan lampu. Bila kamu bersegera, kita masih punya waktu untuk membaca dua buku" atau "Dalam rumah kita, kita harus menyelesaikan pekerjaan rumah sebelum menonton."
6. Jangan desak ia untuk melawan anda
Paksaan selalu menghasilkan "perlawanan" -- pada manusia di segala umur. Bila anda mengambil posisi yang tidak dapat ditawar lagi, anda akan dengan mudah mendesak ia untuk menentang anda, hanya untuk membuktikan kalau ia bisa. Anda akan tahu bila hal tersebut adalah awal mula perebutan kekuasaan dan anda akan melakukan apa saja untuk menang. Berhentilah, tarik napas, dan ingatkan diri anda bahwa memenangi pertempuran dengan anak anda akan selalu membuat anda kehilangan sesuatu yang paling penting: hubungan baik. Bila ragu, katakanlah:
"Baik, kamu bisa memutuskan ini sendiri."
Bila ia tidak bisa, sebutkanlah bagian apa yang bisa ia putuskan, atau carilah cara lain untuknya agar ia bisa memenuhi kebutuhan otonominya tanpa membahayakan kesehatan atau keselamatannya.
7. Hindari perebutan kekuasaan dengan membiarkan anak anda menjaga harga dirinya
Anda tidak perlu membuktikan kalau anda benar. Anda bisa, dan harus, menetapkan harapan yang wajar dan melaksanakannya. akan tetapi janganlah pernah mematahkan kemauan anak anda atau memaksanya untuk menyetujui pandangan anda. Ia harus melakukan apa yang anda inginkan, tetapi biarkan ia memiliki pendapatnya sendiri dan perasaan tentang hal itu.
8. Dengarkan ia
Anda sebagai orang dewasa mungkin layak untuk menganggap diri anda mengetahui yang terbaik. Akan tetapi anak berkemauan kuat memiliki pendirian yang teguh karena integritasnya. Ia memiliki sudut pandang yang membuatnya berpegang teguh pada pendiriannya dan ia akan berusaha melindungi apa yang ia rasa penting. Bila anda bisa mendengarkan dengan tenang dan mempertimbangkan kata-katanya, anda akan mengerti apa yang membuatnya menentang anda. Anda tidak akan mengetahui hal tersebut bila anda berselisih dan memaksanya.
9. Lihatlah dari sudut pandangnya
Misalnya ia marah karena anda berjanji untuk mencuci pakaian kesukaannya dan kemudian lupa. Bagi anda, ia keras kepala. Baginya, wajar bila ia merasa kecewa, dan anda terasa bersifat munafik, karena ia tidak diperbolehkan untuk melanggar janjinya pada anda, tetapi anda melanggar janji anda padanya. Bagaimana anda dapat menyelesaikan masalah ini? Mintalah maaf padanya dengan bersungguh-sungguh, yakinkan ia bahwa anda berusaha keras untuk memenuhi janji-janji anda, dan cucilah pakaian itu berdua. Anda bahkan dapat mengajarinya mencuci pakaiannya sendiri sehingga anda tidak perlu berada dalam posisi ini di kemudian hari dan ia akan merasa diberi wewenang. Bayangkanlah bagaimana anda ingin diperlakukan, dan perlakukanlah ia sesuai dengan itu.
10. Disiplin melalui hubungan baik, bukan hukuman
Anak-anak tidak mempelajari apapun saat mereka di tengah pertengkaran. Seperti juga kita, pada saat itulah adrenalin bekerja dan pembelajaran terhenti. Jadi tidak perlu dipaksakan untuk memberikan pelajaran pada saat tersebut, tarik napaslah dan cobalah untuk mengerti. Anak-anak akan bekerjasama karena ada sesuatu yang lebih mereka inginkan daripada berbuat sesuka hati mereka -- mereka menginginkan hubungan yang hangat dengan kita. Semakin sering anda bertengkar dan menghukum mereka, semakin kecil keinginan mereka untuk melindungi hubungan baik tersebut. Bila sesuatu mengganggu perasaan mereka, bantulah ia untuk mengekspresikan perasaan sakit, takut, atau kecewa tersebut, agar perasaan tersebut hilang. Setelah itu ia akan siap untuk mendengarkan anda saat anda mengingatkannya bahwa di dalam rumah anda, semua orang berbicara dengan cara yang baik. (Tentu saja anda harus mencontohkan hal tersebut. Anak anda tidak selalu mengerjakan apa yang anda minta, tetapi mereka akan selalu, pada akhirnya, melakukan apa yang anda lakukan.)
11. Berikan ia penghargaan dan empati
Kebanyakan anak berkemauan kuat berjuang demi mendapatkan penghargaan. Bila anda memberikan hal tersebut pada mereka, mereka tidak akan perlu berjuang untuk melindungi posisi mereka. Dan, seperti juga pada kita semua, akan sangat membantu bila mereka merasa dimengerti. Bila anda mengerti sudut pandang mereka dan merasa ia salah -- misalnya, ia ingin menggunakan pakaian yang kurang pantas ke acara pernikahan -- anda masih bisa berempati pada perasaannya dan berkompromi dengannya dalam batasan yang anda tentukan.
"Kamu sangat suka baju ini dan sangat ingin menggunakannya bukan? Akan tetapi dalam acara pernikahan, kita berpakaian dengan rapi untuk menghargai yang mengundang dan tamu lainnya. Bunda tahu kamu sangat kehilangan bila tidak mengenakan baju ini. Bagaimana kalau kita bawa baju ini agar kamu bisa mengenakannya di perjalanan pulang.
Apakah hal-hal diatas terkesan memanjakan? Tidak. Anda menetapkan batasan-batasannya. Tetapi anda menetapkannya dengan mempertimbangkan sudut pandang anak anda, yang akan membuatnya lebih mudah untuk bekerjasama. Tidak ada alasan untuk melakukannya dengan kasar!
Hal ini juga buka cara pengasuhan dengan otoriter, karena hal tersebut hanya akan menjadikan mereka memberontak.
Sumber: http://www.ahaparenting.com/parenting-tools/positive-discipline/Parenting-Strong-Willed-Child
Terjemahan dan adaptasi oleh: Aditya Irawan
🌹 *Teh Kiki Barkiah*
Untuk kasus kedua, niat meraih cita-cita itu tetap kita azamkan. Hanya masalah pilihan waktunya saja. Tidak semua cita-cita harus kita raih saat ini juga. Kita lihat perkembangan anak, waktu dimana mereka tidak terlalu membutuhkan banyak perhatian secara fisik, disitulah kita bisa kembali meneruskan perjuangan meraih mimpi dan cita-cita kita.
Menjadi ibu bukan berarti memupuskan mimpi. Menjadi ibu berarti membawa keluarga bersama mimpi kita dengan menyesuaikan mimpi kita menjadi mimpi bersama. Oleh karena itu ada kalanya speed dalam meraih mimpi harus kita kecilkan. Ada masanya kita bisa menancap gas kembali. Bila saat ini belum memungkinkan, bersabar saja. Tetaplah beraktifitas agar jalur meraih mimpi itu tidak terputus. Walau saat ini perlu merayap dalam menjalaninya.
Sebagai contoh, saya pun mengalami hal ini. Mimpi-mimpi saya tidak dikubur, hanya saja speed dalam meraih mimpi saat ini masih bergerak merayap. Tapi teruslah bergerak maju walau hanya langkah-langkah kecil. Saya yakin insya Allah ada masanya say bisa meroket, melangit dan kembali meraih impian saya. Saat it tiba saya berharap say telah selesai meletakkan fondasi dasar dalam diri anak-anak untuk meraih mimpi mereka. Dan pada akhirnya semua mimpi akan bergabung menjadi cita-cita bersama. Cita-cita di dunia dan akhirat. Insya Allah.
Senin, 22 Januari 2018
Aliran rasa bunsay#1sumatera level 11
Aliran rasa Bunsay#1sumatera Level 11
Pada level ini berbeda dengan level lainnya. Kali ini dibagi per kelompok. Alhamdulillah saya dapat kelompok 2, yang beranggotakan bunda ami, bunda gina dan uni Mel. MasyaAllah mereka sangat antusias mengerjakan tantangan. Saya mencari referensi,Bunda gina membuat tulisan, bunda ami yang buat media, ini Mel juga membuat media, malahan beliau melibatkan anggota keluarga yang lain untuk bersama membuat tugas. Salut untuk anggota kelompok 2. Dengan kelompok ini kami banyak saudara, saling menyemangati dan dapat bonus juga,yaitu dari uni Mel. Berupa makanan. Jazakillahu khairan katsiran uni Mel..., maaf belum sempat membalas kiriman uni. Anak2 sedang kurang sehat. Dalam 2 minggu ini anak sakit, ini juga membuat saya agak keteteran dalam membuat tugas, di tambah lagi ada tantangan berupa membuat link media edukasi. Karena masih gaptek, jd butuh waktu untuk belajar membuat review dan link media edukasi. Walaupun demikian di tantangan ini saya dapat ilmu baru,yaitu membuat review,menyimpan media edukasi dan membuat linknya. Dari segi materi, saya InsyaAllah bisa lebih PD dalam menumbuhkan fitrah seksualitas anak bersama pasangan. Dan saya juga jd tau kalau golden age anak itu bukan dari 0-5 tahun saja, melainkan sepanjang tahun tergantung fitrahnya.
MasyaAllah...dengan bergabung dengan group IIP bisa merubah mindset untuk lebih baik.
Pada level ini berbeda dengan level lainnya. Kali ini dibagi per kelompok. Alhamdulillah saya dapat kelompok 2, yang beranggotakan bunda ami, bunda gina dan uni Mel. MasyaAllah mereka sangat antusias mengerjakan tantangan. Saya mencari referensi,Bunda gina membuat tulisan, bunda ami yang buat media, ini Mel juga membuat media, malahan beliau melibatkan anggota keluarga yang lain untuk bersama membuat tugas. Salut untuk anggota kelompok 2. Dengan kelompok ini kami banyak saudara, saling menyemangati dan dapat bonus juga,yaitu dari uni Mel. Berupa makanan. Jazakillahu khairan katsiran uni Mel..., maaf belum sempat membalas kiriman uni. Anak2 sedang kurang sehat. Dalam 2 minggu ini anak sakit, ini juga membuat saya agak keteteran dalam membuat tugas, di tambah lagi ada tantangan berupa membuat link media edukasi. Karena masih gaptek, jd butuh waktu untuk belajar membuat review dan link media edukasi. Walaupun demikian di tantangan ini saya dapat ilmu baru,yaitu membuat review,menyimpan media edukasi dan membuat linknya. Dari segi materi, saya InsyaAllah bisa lebih PD dalam menumbuhkan fitrah seksualitas anak bersama pasangan. Dan saya juga jd tau kalau golden age anak itu bukan dari 0-5 tahun saja, melainkan sepanjang tahun tergantung fitrahnya.
MasyaAllah...dengan bergabung dengan group IIP bisa merubah mindset untuk lebih baik.
Senin, 15 Januari 2018
Bunsay level 11,hari III
Ibu Profesional
Bunda Sayang
Level 11
Tantangan 10 hari
1.Introduction
Hari ke-3, kelompok 3, tanggal 7 Januari 2018.
Di sampaikan oleh bunda hasni, bunda melsa, bunda novia. Kelompok 3 ini membahas tentang fitrah seksualitas. Tanpa adanya fitrah,manusia hanya seonggok materi yang dapat dibentuk sesuka hatinya. Fitrah merupakan dasar bagi manusia yang diperolehnya sejak lahir dengan memiliki keistemewaan. Dengan seksualitas kita menjadi tahu lebih banyak tentang diri kita,tubuh kita,fungsinya serta bagaimana menjaganya dan bagaimana harus bersikap. Tumbuh fitrah ini bergantung pada kehadiran dan kedekatan ayah ibu dengan anak2nya. Fitrah seksualitas tidak tumbuh berdiri sendiri harus pula diiringi fitrah lain, seperti fitrah keimanan, fitrah individualitas dan fitrah sosialitas.
2. Evaluasi
Kelompok 3 menjelaskan ada 3 prinsip dalam pendidikan berbasis fitrah
# prinsip 1: memerlukan kehadiran,kedekatan,kelekatan ayah dan ibu secara utuh sampai usia 15 tahun.
# prinsip 2: ayah berperan memberikan suplai maskulinitas dan ibu berperan sebagai feminitas.
# prinsip 3: mendidik sehingga tumbuh indah paripurna. Buahnya berupa adab mulia kepada pasangan dan anak keturunan.
Tidak ada cara yang instan mengajari anak tentang seks,kita perlu melakukannya setahap demi setahap sejak dini sesuai fase seksualitas.
3. Interpretasi
Pada saat diskusi, sebaiknya kita memberi tahu alat kelamin dengan bahasa sains sebenarnya. Seorang ayah, sebaiknya bisa menjelaskan kepada anak lelakinya tentang mani,mazi dan wadi. Ada juga yang berpendapat,pertanyaan anak tentang seksualitas sesuai dengan kurikulum fiqih yang memang dibatasi oleh usia. Media edukasinya berupa lagu.
4. Kesimpulan
Pertanyaan anak tentang seksualitas dijawab dengan kebenaran daripada ditutup tutupi.
#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak
Bunda Sayang
Level 11
Tantangan 10 hari
1.Introduction
Hari ke-3, kelompok 3, tanggal 7 Januari 2018.
Di sampaikan oleh bunda hasni, bunda melsa, bunda novia. Kelompok 3 ini membahas tentang fitrah seksualitas. Tanpa adanya fitrah,manusia hanya seonggok materi yang dapat dibentuk sesuka hatinya. Fitrah merupakan dasar bagi manusia yang diperolehnya sejak lahir dengan memiliki keistemewaan. Dengan seksualitas kita menjadi tahu lebih banyak tentang diri kita,tubuh kita,fungsinya serta bagaimana menjaganya dan bagaimana harus bersikap. Tumbuh fitrah ini bergantung pada kehadiran dan kedekatan ayah ibu dengan anak2nya. Fitrah seksualitas tidak tumbuh berdiri sendiri harus pula diiringi fitrah lain, seperti fitrah keimanan, fitrah individualitas dan fitrah sosialitas.
2. Evaluasi
Kelompok 3 menjelaskan ada 3 prinsip dalam pendidikan berbasis fitrah
# prinsip 1: memerlukan kehadiran,kedekatan,kelekatan ayah dan ibu secara utuh sampai usia 15 tahun.
# prinsip 2: ayah berperan memberikan suplai maskulinitas dan ibu berperan sebagai feminitas.
# prinsip 3: mendidik sehingga tumbuh indah paripurna. Buahnya berupa adab mulia kepada pasangan dan anak keturunan.
Tidak ada cara yang instan mengajari anak tentang seks,kita perlu melakukannya setahap demi setahap sejak dini sesuai fase seksualitas.
3. Interpretasi
Pada saat diskusi, sebaiknya kita memberi tahu alat kelamin dengan bahasa sains sebenarnya. Seorang ayah, sebaiknya bisa menjelaskan kepada anak lelakinya tentang mani,mazi dan wadi. Ada juga yang berpendapat,pertanyaan anak tentang seksualitas sesuai dengan kurikulum fiqih yang memang dibatasi oleh usia. Media edukasinya berupa lagu.
4. Kesimpulan
Pertanyaan anak tentang seksualitas dijawab dengan kebenaran daripada ditutup tutupi.
#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak
Bunsay level 11 hari II
Ibu Profesional
Bunda Sayang
Level 11
Tantangan 10 hari
1.Introduction
Hari ke-2, kelompok 2, tanggal 6 Januari 2018.
Di sampaikan oleh uni mel,bunda ami,bunda gina dan khauli. Kelompok 2 ini juga memperdalam tentang cara membangkitkan fitrah seksualitas anak.
2. Evaluasi.
Kelompok 2 menjelaskan tentang teknik membangkitkan fitrah seksualitas anak. Ada beberapa tahapan:
a. Usia 0-2 tahun : dekat dengan ibu
b. Usia 3-6 tahun : harus dekat dengan ayah dan ibu.
c. Usia 7-10 tahun: anak harus dekat sesuai dengan gender. Anak laki-laki dengan ayahnya, anak perempuan dengan ibunya.
d. 11-14 tahun: anak perempuan harus dekat dengan ayahnya, anak laki harus dekat dengan ibunya
e. 14 tahun : anak sudah selesai menemukan fitrah seksualitasnya.
3. Interpretasi
Kelompok 2 menjelaskan bahwa pemilihan warna tidak ada hubungan dengan gender. Warna itu bersifat netral. Tentang anak laki suka main boneka itu tidak masalah. Pendidikan seks dengan menumbuhkan fitrah seksualitas itu sangat berbeda tetapi ada hubungan. Kelompok 2 menggunakan media berupa 2 video.
4. Kesimpulan
Pentingnya pendekatan dengan Allah dalam hal menumbuhkan fitrah seksualitas anak.
#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak
Bunda Sayang
Level 11
Tantangan 10 hari
1.Introduction
Hari ke-2, kelompok 2, tanggal 6 Januari 2018.
Di sampaikan oleh uni mel,bunda ami,bunda gina dan khauli. Kelompok 2 ini juga memperdalam tentang cara membangkitkan fitrah seksualitas anak.
2. Evaluasi.
Kelompok 2 menjelaskan tentang teknik membangkitkan fitrah seksualitas anak. Ada beberapa tahapan:
a. Usia 0-2 tahun : dekat dengan ibu
b. Usia 3-6 tahun : harus dekat dengan ayah dan ibu.
c. Usia 7-10 tahun: anak harus dekat sesuai dengan gender. Anak laki-laki dengan ayahnya, anak perempuan dengan ibunya.
d. 11-14 tahun: anak perempuan harus dekat dengan ayahnya, anak laki harus dekat dengan ibunya
e. 14 tahun : anak sudah selesai menemukan fitrah seksualitasnya.
3. Interpretasi
Kelompok 2 menjelaskan bahwa pemilihan warna tidak ada hubungan dengan gender. Warna itu bersifat netral. Tentang anak laki suka main boneka itu tidak masalah. Pendidikan seks dengan menumbuhkan fitrah seksualitas itu sangat berbeda tetapi ada hubungan. Kelompok 2 menggunakan media berupa 2 video.
4. Kesimpulan
Pentingnya pendekatan dengan Allah dalam hal menumbuhkan fitrah seksualitas anak.
#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak
Bunsay level 11 hari I
Ibu Profesional
Bunda Sayang
Level 11
Tantangan 10 hari
#Introduction
Hari ke-1, kelompok 1
Oleh bunda elva,bunda maryam dan bunda sri susanti serta bunda deasy.
Kelompok 1 membahas tentang membangkitkan fitrah seksualitas anak.
Gender berbeda dengan jenis kelamin.
Fitrah seksualitas adalah persepsi diri akan jati diri ,apakah menjadi lelaki sejati atau perempuan sejati. Tantangan yang di hadapi adalah maraknya kasus LGBT, pembiasan gender,adanya paham sekuler akan gender dan agama.
2. Evaluasi
Kelompok 1 menjelaskan tentang perbedaan gender dengan seksualitas. Peranan orang tua sangat penting dalam menumbuhkan fitrah seksualitas anak.
3. Interpretasi
Kelompok 1 menjelaskan bahwa orangtua perlu melakukan tazkiyatun nafs. Apabila masa anak terlewat masa menanamkan fitrah seksualitas anak,maka itu perlu di ulang dari awal. Untuk menjelaskan ke anak,kita perlu media edukasi. Kelompok 1, menggunakan media buku, puzzle.
4. Kesimpulan
- pentingnya keberadaannya orangtua lengkap ( ayah dan ibu) dalan
#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak
Langganan:
Postingan (Atom)
















