*MATERI KULWAP TEH KIKI BARKIAH*
Ikhtiar Memperbaiki Akhlak Anak
-kiki barkiah-
1. Hormatilahi hak mereka, keinginan mereka, pendapat mereka. Terlalu sering mengabaikan perasaan, pandangan dan pendapat mereka dapat membuat mereka pun tak merasa perlu untuk menghargai harapan dan keinginan orang lain.
“Hormatilah anak-anakmu dan perbaikilah akhlak mereka.” (HR Ibnu Majah)
2. Meluruskan akhlak dengan penuh kesabaran dan kelembutan
Diriwayatkan oleh Muslim dari Aisyah r.a: RasulullahSAW bersabda “Sesungguhnya Allah Maha lembut dan menyukai kelembutan. Dia memberi atas kelembutan apa yang tidak Dia beri atas kekasaran dan lainnya”
3. Hadirkan sosok Rasulullah sebagai teladan akhlak yang sempurna
“Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir serta banyak berdzikir kepada Allah.” (Al-Ahzab: 21)
4. Teladani metode Rasulullah dalam mendidik anak
Dari Ibnu Abbas r.a: Rasulullah SAW, “ajarilah, permudahlah, jangan engkau persulit, berilah kabar gembira, jangan engkau beri ancaman. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya diam” (H.R Ahmad dan Bukhori)
5. Perbanyak memberi teladan
Dari Ibnu Abbas r.a, ia berkata: “Aku menginap di rumah bibiku, Maimunah. Nabi SAW biasa bangun untuk shalat malam. Suatu malam, Nabi SAW bangun, kemudian berwudhu dengan wudhu yang ringan dari kendi yang digantung. Setelah itu, beliau shalat. Aku pun berwudhu sama seperti wudhu beliau. Kemudian aku berdiri di samping kiri beliau. Namun beliau menarikku dan meletakkanku di samping kanan beliau. Kemudian beliau shalat beberapa rakaat….”
6. Lembut dan tidak kasar
Diriwayatkan oleh Muslim dari Aisyah r.a: rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya kelembutan tidaklah terdapat pada sesuatu melainkan akan menghiasinya,dan tidaklah dicabut dari sesuatu melainkan akan mencemarinya"
7. Tenang dan tidak terburu-buru
Diriwayatkan oleh Muslim dari Ibnu Abbas r.a: Rasulullah SAW bersabda kepada Asyaj bin Abdil Qais, “Sesungguhnya pada dirimu terdapat dua perkara yang dicintai Allah: tenang dan tidak terburu-buru
8. Tahan Marah
(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik pada waktu lapang maupun sempit, serta orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS Ali Imran[3]: 134)
9. Memperbanyak maaf dan tidak memarahi
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara istri-istrimu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka, dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), maka sesungguhnya Allah Maha Pengamun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), di sisi Allah-lah pahala yang besar” (Q.S At Taghabun[64]:14-15
10. Marah karena Allah
Dari Aisyah r.a, ia berkata “Tidaklah Rasulullah SAW menentukan pilihan antara dua perkara melainkan beliau memilih yang termudah diantara keduanya selama bukan termasuk dosa. Apabila termasuk dosa, maka beliau menjadi orang yang paling menjauhinya. Tidaklah Rasulullah SAW marah untuk dirinya sendiri dalam masalah apapun kecuali apabila syariah Allah dilanggar, maka beliau akan marah karena Allah SWT” (Muttafaqun ‘alayh)
11. Menguasai diri saat marah
Dari Abu Hurairah r.a: Rasulullah SAW bersabda, “Seorang yang pemberani bukanlah orang yang pandai berkelahi. Orang yang pemberani adalah orang yang mampu menguasai diri ketika marah” (Muttafaqun Alayh)
12. Memilih yang termudah selama bukan termasuk dosa
Dari Aisyah r.a, ia berkata “Tidaklah Rasulullah SAW menentukan pilihan antara dua perkara melainkan beliau memilih yang termudah diantara keduanya selama bukan termasuk dosa. Apabila termasuk dosa, maka beliau menjadi orang yang paling menjauhinya. Tidaklah Rasulullah SAW marah untuk dirinya sendiri dalam masalah apapun kecuali apabila syariah Allah dilanggar, maka beliau akan marah karena Allah SWT” (Muttafaqun ‘alayh)
13. Toleransi
Dari Ibnu Mas’ud r.a: Rasulullah SAW bersabda “Maukah aku beri tahukan kepada kalian tentang orang yang haram masuk neraka dan neraka haram atasnya? Setiap orang yang mudah, dekat dan toleransi
14. Seimbang dan Proporsional
Rasulullah ﷺ bersabda “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya di antara kalian ada orang-orang yang membuat lari orang lain. Siapa saja diantara kalian yang menjadi iman, hendaknya memendekkan shalatnya, karena sesungguhnya yang berdiri di belakangnya adalah orang tua, anak kecil, dan orang yang sedang memiliki keperluan”
(Muttafaqun ‘alayh)
15 Memperhatikan waktu yang tepat saat menasihati (waktu makan, dalam perjalanan, saat anak sakit)
Diriwayatkan oleh Bukhori dari Anas r.a, ia berkata: Seorang anak Yahudi yang menjadi pelayan Nabi ﷺ sakit. Nabi ﷺ datang menjenguknya. Beliau duduk didekat kepalanya dan bersabda kepadanya, “Masuk islamlah engkau. “ Dia melihat ke arah bapaknya yang saat itu juga berada di sana. Si bapak berkata, “Turutilah Abul Qasim.” Maka, dia pun masuk Islam, Nabi ﷺ pergi sambil berdoa, “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari api neraka”
16. Berprasangka baik pada Allah
(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik Dan bergaullah dengan mereka secara baik-baik; jika kamu tidak menyukai mereka, maka ingatlah bahwa boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu padahal Allah swt. menjadikan di dalamnya banyak kebaikan. (Q.S. An Nisa :20),
17. Bersedekahlah
"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu) dan sisi Allah pahala yang besar. Maka bertakwalah kepaa Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah, dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. Dan barang siapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orag-orang yang beruntung" Q.S At-Tabangun 15-16
18. Bersabarlah
Dan ketahuilah, sesungguhnya bersabat atas apa-apa yang tidak engkau sukai itu memiliki kebaikan yang amat banyak. Dan sesungguhnya pertolongan itu (ada) bersama kesabaran. Dan sesungguhnya kelapangan itu (datang) bersama kesulitan, dan sesungguhnya kesulitan itu bersama kemudahan" (H.R At-Tirmidzi dan Ahmad)
19. Tegakkan pendidikan dengan hukuman jika perlu dilakukan, sesuai dengan batasan islam
Memperlihatkan cambuk, Menjewer daun telinga, dan memukul
Diriwayatkan oleh Abudurrazzaq dan ath-Thabrani dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk menggantungkan cambuk di dalam rumah, “Gantungkanlah cambuk di tempat yang dapat dilihat oleh seluruh anggota keluarga, sebab itu lebih membuat mereka menurut”
20. Doakanlah
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Ada tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan, doa orang yang teraniaya, doa orang yang sedang bepergian dan doa orangtua atas anaknya.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dihasankan oleh syaikh Al Albani dalam Shohih dan Dho’if Sunan Abu Daud hadist no. 1536)
Referensi: prophetic parenting dan kitab tarbiyatul aulad
Kiki Barkiah:
Penyebab frustasi:
1. Anak memiliki keinginan yang kuat untuk melakukan sesuatu sendiri namun terkadang kemampuan yang dimilikinya terbatas
2. Anak tidak dapat mengungkapkan keinginannya secara verbal sementara orang dewasa di sekitarnya tidak dapat memahami keinginananya
3. Anak pada usia ini mudah kesal; rentan terhadap perubahan suasana hati dan ledakan amarah
Contoh sikap dalam merespon frustasi anak berusia batita:
1. Luangkan waktu untuk mencari tahu makna isyarat keinginannya, bersabarlah sampai kita dapat memahaminya
2. Berikan "yes or no question" untuk membantu kita menemukan keinginannya
3. Setelah kita memahami keinginannnya, bantu melabeli nama perbuatan atau benda yang ingin ia lakukan, agar perbendaharaan kata mereka semakin kaya
4. Jika keinginan mereka tidak mungkin dipenuhi, maka alihkan segera. Dalam usia ini pengalihan masih lebih mudah untuk kita lakukan
5. Luangkan waku untuk dapat segera membantu mereka sebelum mereka bertambah frustasi
6. kenali hal-hal yang biasanya akan memunculkan sikap frustasi sehingga anak-anak tidak harus berada dalam fasa frustasi yang kadang membawa kia dalam kondisi yang sulit
7. Penuhi kebutuhan dasar nutrisi dan istirahat. Kondisi lapar dan mengantuk sangat retan membuat anak rewel. Jangan juga terlalu panik jika anak rewel. Menagis adalah hal yang wajar terjadi dalam usia ini. Namun bantulah ia menenangkan dirinya dengan pengalihan
8 Latih terus anak untuk mengenal nama benda di sekitar mereka serta aktifitas yang rutin dilakukan agar anak terlatih untuk mengungkapkan keinginan secara verbal
9. Jaga rutinitas untuk meminimalisir perubahan suasana yang mungkin dapa menimbulkan frustasi mereka
10. Jangan terlalu banyak melakukan perubahan di luar rencana atau rencanakan dengan matang jika akan ada perubahan suasana
11. Apresiasi saat anak mencari perhatian dengan cara positif, saat anak rewel, menangis mungkin ia sedang sangat ingin bermain bersama anda
Jika anak yang frustasi sudah mencapai usia 2-4 tahun, sudah dapat memahami komunikasi dengan lebih baik, maka:
1. Latih anak untuk mengungkapkan keinginan dengan cara yang baik, jangan layani keinginannya sebelum ia menenangkan diri dan berlatih meminta dengan cara yang baik
2.Beri pengertian dengan komunikasi yang singkat pada dan jelas jika keinginannya sedang tidak mungkin dipenuhi, lalu tawarkan solusi lain
3. Sigap terhadap sikap-sikap nonverbal yang muncul karena keterbatasanya mengungkap keinginan secara verbal, lalu latih ia mengungkapkan keinginannya secara verbal
4. bantu ia mengenal perasaannya, lalu akui perasaannya saat ia sedih, kecewa atau marah, lalu latih ia untuk bersikap bijak dalam mengelola perasaannya
5. kondisikan lingkungan agar tidak terlalu banyak perubahan besar dengan membuat rutinitas yang teratur atau persiapkan dengan matang saat akan mengalami perubahan rutinitas
6. tangkap sebanyak-banyaknya perilaku baik dan menyenangkan lalu apresiasilah dengan ungkapan kasih sayang, agar kedepannya ia tumbuh menjadi anak yang lebih memilih mencari perhatian positif daripada negatif
Jika anak yang frustasi atau menunjukkan emosi ekstrim sudah mencapai usia 4-6 tahun, maka:
1. Latihlah anak memeiliki emosi yang wajar dengan melibatkan kisah-kisah teladan baik dari Kisah nabi, Sirah, maupun hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tujuannya tidak hanya mengenalkan apa yang tidak wajar namun sekaligus memotivasi mereka untuk berbuat apa yang seharusnya dilakukan serta meneladani kebaikan.
2. Kita bisa menunda memberi pengertian dalam suasana yang lebih santai dan serius agar hikmah yang diperoleh bisa lebih dalam, hindari menasihati dalam keadaan emosi memuncak serta pada saat anak-anak masih dalam suasana perasaan yang enggan untuk diberi nasihat
3. Beri anak ruang dan waktu sebagai kesempatan untuk menenangkan diri pada saat emosi yang ekstrim sedang berlangsung
4. Bangun komunikasi tentang aturan, manfaat dari aturan, serta konsekuensi logis dan natural dari pelanggaan aturan, sehingga pada saat anak-anak menunjukkan emosi yang ekstrim yang disebabkan karena penolakan terhadap aturan, maka kita hanya tinggal mengingatkan kembali aturan yang kita miliki.
Pertanyaan:
Saya ibu dari 3 anak laki2. Umur 7 thn 10 bln, 3 thn 10 bln dan 1 thn 6 bln.
Anak yg pertama kelas 2 Sd, sudah tau ttg aurat. Dia kalau mau mandi buka pakaian atau buang air buka celana tidak di WC, tp ruang keluarga yg tanpa sekat dg dapur. Jg ganti pakaian sepulang sekolah sprti itu, bahkan sempat lari-larian didlm rumah dg tanpa pakaian. Sudah sering diingatkan jika mau ganti pakaian buka di kamar trus ganti baru keluar kamar kalau sudah berpakaian. Kalau mau mandi atau buang air, buka di wc/tempat mandi atau buka di kamar trus pakai handuk dulu. Dan setiap kali mandi,habis mandi tidak pakai handuk sudah kemana2 di dalam rumah. Sudah sering diingatkan agar jgn lupa bawa handuk biar setelah mandi pakai handuk dulu baru keluar Dr tempat mandi ke kamar. Klo diingatkan di jawab iya tp pelaksanaannya selalu lupa atau tidak dilakukan.
Bagaimana caranya agar anak saya bisa benar2 paham utk menjaga auratnya dan menerapkan apa yg sudah diajarkan? Apalagi dia anak pertama yg akan jadi contoh untuk adik2nya.
Terimakasih.
*Jawaban*
Anak laki-laki yang penuh energi sering sekali lupa pada beberapa hal. Jangan menyerah untuk terus mengingatkan. Namun mungkin kita perlu seni khusus dalam menyampaikan pesan kepada anak-anak.
Ada yang manjur dengan hanya diingatkan. Ada yang manjur dengan pemahaman, kisah, dan penjelasan sebab akibat, ada yang manjur dengan sayembara pelatihan dengan bumbu reward.
Teruslah jangan bosan untuk mengingatkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar